Kurs Rupiah Nyaris Tembus Rp15.000 per Dolar AS, Pengamat: Naikkan Suku Bunga
Senin, 19 September 2022 - 17:50 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 23 poin atau 0,15% ke posisi Rp14.977 per Dolar AS. Menanggapi pelemahan kurs rupiah, Pengamat Pasar Uang memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah bisa tembus Rp 15.000/USD. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 23 poin atau 0,15% ke posisi Rp14.977 per Dolar AS. Menanggapi pelemahan kurs rupiah , Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah bisa tembus Rp15.000/USD
Hal ini menurutnya didorong oleh rencana Bank Sentral Amerika Serikat alias The Fed yang akan mengumumkan kenaikan suku bunganya. Baca Juga: Efek Domino Kenaikan Suku Bunga The Fed buat Indonesia
"Pasti akan ke arah Rp15.000 karena tanggal 21 dan 22 itu bank sentral Amerika akan mengumumkan kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunganya itu yang tadinya 50 basis poin sampai 75 basis poin sekarang berubah setelah inflasinya tidak sesuai dengan ekspektasi," ujar Ibrahim saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (19/9/2022).
Menurutnya hal itu bakal membuat arus modal asing keluar. Sebab jika seandainya Bank Sentral Amerika menaikkan suku bunga 75 basis poin, maka modal asing akan kembali ke Amerika apalagi ada indikasi The Fed akan menaikkan suku bunga sampai 4% tahun depan.
"Artinya ini akan berpengaruh terhadap pelemahan mata uang Rupiah," tegasnya.
Hal ini menurutnya didorong oleh rencana Bank Sentral Amerika Serikat alias The Fed yang akan mengumumkan kenaikan suku bunganya. Baca Juga: Efek Domino Kenaikan Suku Bunga The Fed buat Indonesia
"Pasti akan ke arah Rp15.000 karena tanggal 21 dan 22 itu bank sentral Amerika akan mengumumkan kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunganya itu yang tadinya 50 basis poin sampai 75 basis poin sekarang berubah setelah inflasinya tidak sesuai dengan ekspektasi," ujar Ibrahim saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (19/9/2022).
Menurutnya hal itu bakal membuat arus modal asing keluar. Sebab jika seandainya Bank Sentral Amerika menaikkan suku bunga 75 basis poin, maka modal asing akan kembali ke Amerika apalagi ada indikasi The Fed akan menaikkan suku bunga sampai 4% tahun depan.
"Artinya ini akan berpengaruh terhadap pelemahan mata uang Rupiah," tegasnya.
Lihat Juga :