Astra International Serap Belanja Modal Rp7,6 Triliun di Semester I 2022
Kamis, 22 September 2022 - 13:44 WIB
loading...
Astra International. FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp7,6 triliun hingga semester pertama tahun ini. Serapan tersebut setara 30% dari alokasi capex ASII sepanjang tahun sebesar Rp25 hingga Rp26 triliun.
Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro menjelaskan,belanja modal yang telah digunakan sebagian besar dialokasikan untuk unit usaha pertambangan dan alat berat.
“Capex tersebut kami alokasikan di unit bisnis pertambangan di United Tractors dan PAMA. Digunakan untuk peremajaan alat berat dan lainnya,” kata Djony dalam konferensi pers, Kamis (22/9/2022).
Baca Juga: 4 Produk PT Astra International, Bukan Hanya Otomotif
Sementara itu, sebagian capex yang telah diserap dialokasikan untuk investasi perseroan di PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), juga investasi di bidang digital dan transportasi logistik.
Djony menjelaskan, unit bisnis pertambangan dan alat berat memiliki kontribusi paling besar yakni sebesar 42% terhadap pendapatan perseroan. Hal itu dikarenakan tren harga komoditas yang kian melonjak beberapa waktu belakangan.
Adapun, unit bisnis infrastruktur juga mulai memberikann kontribusi positif yang besar terhadap kinerja bisnis ASII. Sedangkan, untuk lini bisnis baru belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perseroan.
Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro menjelaskan,belanja modal yang telah digunakan sebagian besar dialokasikan untuk unit usaha pertambangan dan alat berat.
“Capex tersebut kami alokasikan di unit bisnis pertambangan di United Tractors dan PAMA. Digunakan untuk peremajaan alat berat dan lainnya,” kata Djony dalam konferensi pers, Kamis (22/9/2022).
Baca Juga: 4 Produk PT Astra International, Bukan Hanya Otomotif
Sementara itu, sebagian capex yang telah diserap dialokasikan untuk investasi perseroan di PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), juga investasi di bidang digital dan transportasi logistik.
Djony menjelaskan, unit bisnis pertambangan dan alat berat memiliki kontribusi paling besar yakni sebesar 42% terhadap pendapatan perseroan. Hal itu dikarenakan tren harga komoditas yang kian melonjak beberapa waktu belakangan.
Adapun, unit bisnis infrastruktur juga mulai memberikann kontribusi positif yang besar terhadap kinerja bisnis ASII. Sedangkan, untuk lini bisnis baru belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perseroan.
Lihat Juga :