alexametrics

Hingga Akhir Juli Kimia Farma Raih Penjualan Rp2,3 T

loading...
Hingga Akhir Juli Kimia Farma Raih Penjualan Rp2,3 T
Kimia Farma menargetkan penjualan 2014 mencapai Rp5,2 triliun/Foto: Istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) pada periode Januari hingga akhir Juli 2014 telah memperoleh penjualan sebesar Rp2,3 triliun, raihan tersebut telah mencapai 45% dari target penjualan hingga akhir tahun diangka Rp5,2 triliun.

Corporate Secretary dan Direktur Keuangan Kimia Farma, Farida Astuti mengungkapkan perolehan penjualan hingga akhir Juli tersebut, sebagian besar didapat melalui anak usaha PT Kimia Farma Apotik (KFA).

"Anak usaha Kimia Farma Apotik memberikan kontribusi penjualan sebesar sebesar Rp1,4 triliun hingga akhir Juli 2014," kata Farida kepada sejumlah media, Selasa (19/8/2014).



Sedangkan anak usaha lainnya yaitu PT Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) membukukan penjualan sebesar Rp750 miliar. Untuk diketahuin, KFTD memiliki lini bisnis penjualan dan distribusi alat kesehatan dan sejumlah obat-obatan.

Perolehan penjualan KFTD didorong dengan mulai efektifnya program e-Catalogue yang sudah dijalankan pemerintah.

"Sampai dengan semester I/2014, Kimia Farma telah memperoleh laba bersih sebesar Rp82,4 miliar, kami akan terus mendorong pendapatan dari sejumlah sektor seperti manufaktur, ritel dan trading," imbuhnya.

Salah satu upaya perseroan untuk terus menggenjot penjualan pada tahun ini, yaitu melalui peluncuran sejumlah hasil penelitian alat kesehatan.

Emiten farmasi pelat merah ini turut menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) dalam mengembangkan alat kesehatan baru yang bermerk Gamma-CHA. Produk hasil penelitian tersebut akan dipasarkan oleh Kimia Farma.

Gamma-CHA adalah produk alat kesehatan yang merupakan ikon jaringan tulang pertama di Indonesia. Dengan gamma-CHA memungkinkan para dokter gigi, ahli bedah mulut, perodentist, ahli ortopedi dan ahli lainnya yang bergerak dalam terapi regeneratif tulang dapat mempercepat pertumbuhan tulang yang hilang tanpa harus mengambil bagian tulang pasien yang masih sehat.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak