Setelah Merger, Ini Daftar Investor GoTo

Sabtu, 24 September 2022 - 16:43 WIB
loading...
Setelah Merger, Ini...
Gojek dan Tokopedia besar berkat investor. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gojek dan Tokopedia adalah dua perusahaan teknologi yang fenomenal. Berawal dari sebuah startup (rintisan), dua entitas itu kemudian menjelma menjadi sebuah unicorn. Setelah keduanya bergabung menjadi GoTo , status itu berubah lagi menjadi decacorn.

Baca juga: Naik 73,21%, Pendapatan GOTO Jadi Rp3,39 Triliun di Semester I 2022

Unicorn adalah sebuah startup yang memiliki nilai USD1 miliar atau Rp14,5 triliun (kurs Rp14.500). Sedangkan decacorn disematkan kepada sebuah perusahaan yang bernilai USD10 miliar (Rp145 triliun).

Besarnya Gojek dan Tokopedia jelas tak bisa dilepaskan dari peran sejumlah investor yang mendanai aktivitas bisnis mereka. Suntikan dana yang besar membuat ekspansi bisnis keduanya semakin leluasa.

Mengutip laporan bulanan registrasi efek per Agustus 2022 yang disematkan di situs GotoCompany.com, tak ada nama-nama besar yang selama ini berseliweran mengiringi ketenaran Gojek dan Tokopedia. Nama-nama investor yang menyuntik dana ke Gojek dan Tokopedia tak tak tampak setelah keduanya menjadi GoTo.

Semestinya, investor-investor itu akan tercatat sebagai pemegang saham lantaran sudah menyuntikan dana yang tidak sedikit. Tak usah heran, setelah Gojek dan Tokopedia mengikat ijab kabul maka mereka menjadi sebuah entitas baru.

Selain itu, nama-nama besar investor Gojek dan Tokopedia diwakili oleh perusahaan yang merupakan aviliasinya, yang sebelumnya memang jarang atau hampir tak pernah disebut. Entah itu anak perusahaan, atau bagian dari holdings.

Sebut saja misalnya Alibaba Group. Pada 2017, ketika Tokopedia berulang tahun ke-8, perusahaan besutan William Tanuwidjaya itu mendapatkan suntikan dana dari gergasi milik Jack Ma, yang disebut-sebut mencapai USD1,1 miliar atau hampir Rp16 triliun.

Nah ternyata dalam laporan tadi, nama Alibaba diwakili oleh Taobao China Holding Limited. Perusahaan ini mengusaai saham GoTo sebanyak 104.731.124. 993 lembar atau 8,84%.

Di atas Taobao China Holding Limited, masih ada dua perusahaan lagi yang menjadi investor atau pemegang saham terbesar GoTo. Mereka adalah Goto Peopleverse yang mengusasi sebanyak 106.908.291. 844 saham atau 9,03% dan SVF GT Subco sebanyak 103.120.303.128 lembar atau 8,71%. Kedua perusahaan itu sama-sama berkedudukan di luar negeri.

Di luar nama-nama yang disebutkan di atas, masih ada lagi investor GoTo yang jadi pemegang saham. Semuanya memiliki saham di bawah 5%, kecuali pihak yang disebutkan "lain-lain". Berikut daftar lengkapnya:

1. PT Saham Anak Bangsa: 26.888.988.841 (2,27%)
2. Andre Soelistyo: 9.981.555.284 (0,84%)
3. Kevin Bryan Aluwi: 9.063.012.967 (0,77%)
4. William Tanuwijaya: 20.981.678.973 (1,77%)
5. Melissa Siska Juminto: 5.080.650.422 (0,43%)
6. Garibaldi Thohir: 1.054.287.487 (0,09%)
7. Masyarakat: 40.615.056.000 (3,43%)
8. Lain-lain: 746.728.601.434 (63,04%)

Lantas ke mana nama-nama beken macam Google, Astra, Temasek atau Facebook? Ya itu tadi, nama-nama investor itu dan yang lainnya mendanai Gojek dan Tokopedia sebelum keduanya bergabung. Atau bisa juga, nama-nama itu masuk ke dalam perusahan-perusahaan yang menjadi pemegang saham GoTo. Bisa juga masuk ke dalam kelompok "lain-lain". Hanya GoTo yang tahu, di mana posisi mereka berada.

Inilah daftar para investor Gojek dan Tokopedia sebelum bergabung
1. Alibaba Group (Tokopedia)
2. Astra International (Gojek)
3. BlackRock Capital Group (Gojek/Tokopedia)
4.DST (Gojek)
5. Facebook (Gojek/Tokopedia)
6. Google (Gojek)
7. JD.com (Gojek)
8. KKR (Gojek)
9. Northstar Pacific (Gojek)
10. Century Group
11. PayPal (Gojek)
12. Provident Sequoia Capital (Gojek)
13. SoftBank (Tokopedia)

Baca juga: Pemberontakan PKI Tahun 1948 di Madiun, Ini Pemicunya

14. Vision Fund 1 (Tokopedia)
15. Telkomsel (Gojek)
16. Temasek (Gojek/Tokopedia)
17. Tencent (Gojek)
18. Visa (Gojek)
19. Warburg Pincus (Gojek)

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Danantara Mulai Merger...
Danantara Mulai Merger Empat Perusahaan Pengelola Aset BUMN
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Tokopedia dan TikTok...
Tokopedia dan TikTok Shop bersama Kementerian UMKM Bantu Pengusaha Mikro Yogyakarta #JualanNyaman
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved