Bisnis Batu Bara Diprediksi Masih Membara di 2023, Ini Penyebabnya
Senin, 26 September 2022 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: HT Jadi Dewan Pakar Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Nusantara
Laba bersih perseroan tercatat sebesar USD32,19 juta pada semester I/2022 atau meningkat 735,49% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar USD3,85 juta.
Perolehan tersebut berasal dari anak usaha BCR yaitu PT Putra Muba Coal (PMC) dan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), yang masing-masing menargetkan produksi sebanyak 4,5 juta MT dan 1,8 juta MT untuk tahun 2022, meningkat dari 2 juta MT dan 590 ribu MT di 2021.
Selain PMC dan BSPC, anak perusahaan BCR lainnya PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) telah memulai produksi batu bara pada Juli 2022. "Ke depan, kami harapkan divisi trading, infrastruktur dan kontraktor juga harus menghasilkan," tutup Hary.
Laba bersih perseroan tercatat sebesar USD32,19 juta pada semester I/2022 atau meningkat 735,49% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar USD3,85 juta.
Perolehan tersebut berasal dari anak usaha BCR yaitu PT Putra Muba Coal (PMC) dan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), yang masing-masing menargetkan produksi sebanyak 4,5 juta MT dan 1,8 juta MT untuk tahun 2022, meningkat dari 2 juta MT dan 590 ribu MT di 2021.
Selain PMC dan BSPC, anak perusahaan BCR lainnya PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) telah memulai produksi batu bara pada Juli 2022. "Ke depan, kami harapkan divisi trading, infrastruktur dan kontraktor juga harus menghasilkan," tutup Hary.
(ind)
Lihat Juga :