Menguat, Rupiah Hari Ini Ditutup di Rp15.124 per Dolar AS
Selasa, 27 September 2022 - 16:37 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah hari ini ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Foto/Dok Antara
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini ditutup menguat 5 point di level Rp15.124 pada perdagangan Selasa (27/9/2022) sore.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu faktor internal pemicu penguatan mata uang garuda adalah adanya ekspektasi bahwa dunia akan mencapai jurang resesi secara bersama-sama pada tahun 2023.
Resesi tersebut disebabkan oleh inflasi yang tinggi serta tingginya harga pangan dan energi di beberapa negara baik di benua Eropa maupun Amerika.
"Hal tersebut yang menjadikan tingginya inflasi di sejumlah negara sehingga memacu bank sentral di negara-negara maju untuk menaikan suku bunga acuan dan memperketat likuiditas," kata Ibrahim.
Baca juga: Dihantam Dolar, Rupiah Sempoyongan ke Level Rp15.100-an
Lanjutnya, kebijakan tersebut akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga negara berkembang pun akan merasakan efek dari kenaikan suku bunga itu.
"Apabila bank sentral di seluruh dunia secara kompak melakukan kenaikan suku bunga yang cukup ekstrim, maka resesi dunia pada 2023 kemungkinan tidak dapat dielakkan. Negara-negara maju cukup cepat dan ekstrem sehingga memukul pertumbuhan negara-negara berkembang, karena suku bunga acuan di beberapa negara sendiri sudah tercatat naik sangat agresif," urainya.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu faktor internal pemicu penguatan mata uang garuda adalah adanya ekspektasi bahwa dunia akan mencapai jurang resesi secara bersama-sama pada tahun 2023.
Resesi tersebut disebabkan oleh inflasi yang tinggi serta tingginya harga pangan dan energi di beberapa negara baik di benua Eropa maupun Amerika.
"Hal tersebut yang menjadikan tingginya inflasi di sejumlah negara sehingga memacu bank sentral di negara-negara maju untuk menaikan suku bunga acuan dan memperketat likuiditas," kata Ibrahim.
Baca juga: Dihantam Dolar, Rupiah Sempoyongan ke Level Rp15.100-an
Lanjutnya, kebijakan tersebut akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga negara berkembang pun akan merasakan efek dari kenaikan suku bunga itu.
"Apabila bank sentral di seluruh dunia secara kompak melakukan kenaikan suku bunga yang cukup ekstrim, maka resesi dunia pada 2023 kemungkinan tidak dapat dielakkan. Negara-negara maju cukup cepat dan ekstrem sehingga memukul pertumbuhan negara-negara berkembang, karena suku bunga acuan di beberapa negara sendiri sudah tercatat naik sangat agresif," urainya.
Lihat Juga :