alexametrics

8 Saham yang Menang dan Bertahan Sepanjang Corona Menerjang

loading...
8 Saham yang Menang dan Bertahan Sepanjang Corona Menerjang
Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap perekonomian global, apalagi dalam negeri. Dampak signifikan terhadap perekonomian di luar maupun dalam negeri, terlihat dari banyaknya perusahaan global dan lokal yang terpukul.

Nah syukurnya, pandemi justru membuatbeberapa perusahaan dari sejumlah sektor yang tak ikut terdampak parah. Alhasil, saham-saham mereka masih terbilang kinclong, ya seperti ada berkah di balik pandemi.

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan ada beberapa jenis saham yang kebal dari dampak virus Corona, baik di tingkat global maupun lokal. Salah satunya adalah saham sektor industri farmasi dan teknologi.

"Tidak semua sektor usaha terbebani virus Corona. Ada juga yang untung, seperti farmasi dan teknologi yang selalu menguat," kata Nafan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (4/7/2020).



Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan sektor yang tumbuh positif di tengah hantaman virus Corona, antara lain jasa logistik dan komunikasi, makanan dan minuman, farmasi, dan tekstil. Produksi mereka tetap tinggi, sehingga kekurangan bahan baku.

"Ketika bicara APD dan masker, yang menjadi hambatan adalah bahan baku karena dari Korea Selatan diproyeskikan habis dua minggu ke depan. Saat ini, sedang dipikirkan untuk menciptakan bahan laku lokal yang certified WHO untuk APD," katanya beberapa waktu yang lalu.



Makanya, menurut Nafan Aji, ketika saham-saham sektor lain "terinfeksi", ada delapan sektor saham yang justru "imun" dari dampak Corona. (Baca juga:Kinerja Emiten Kesehatan Diyakini Positif di Tengah Covid-19)

Berikut 8 Saham, baik global maupun lokal, yang imun terhadap Corona:

1. Facebook Inc. (FB)
Harga saham Facebook Inc. (FB) berhasil reli 16,34% sejak awal tahun. Kenaikan ini terjadi terutama setelah Facebook merilis laporan keuangan kuartal pertamanya yang berhasil membukukan pendapatan sebesar US$4,9 miliar, naik 101,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (YoY).

Kenaikan pendapatan FB dapat diatribusikan karena selama "terkuncinya" masyarakat karena adanya karantina wilayah (lockdown), maka jenis media yang paling sering digunakan untuk berkomunikasi adalah sosial media, baik itu Facebook, Instagram, maupun Whatsapp. Naiknya pengunaan sosial media tentunya meningkatkan jumlah iklan yang menjadi sumber utama pendapatan FB.

2. Amazon.com Inc. (AMZN)
Tidak kalah fantastis harga saham Amazon inc. (AMZN) berhasil terbang 44,76% hingga saat ini tahun berjalan.

3. Netflix Inc. (NFLX)
Kenaikan yang signifikan juga berhasil dibukukan oleh NFLX, secara tahun berjalan perusahaan yang menyediakan jasa streaming film in-demand ini berhasil melonjak sebesar 40,22%. Kebosanan masyarakat ketika terkurung di rumah menjadi salah satu alasan mereka rela mengeluarkan uang untuk berlangganan Netflix. Tujuannya agar waktu luang para subsriber dapat dihabiskan dengan menonton konten Netflix.

4. Alphabet Inc. (GOOGL)
Perusahaan layanan mesin pencari Google juga berhasil mencatatkan apresiasi 6,36% selama tahun berjalan. Apalagi Google juga merupakan pemilik dari situs web berbagi video terbesar di dunia, YouTube. Ketika masyarakat bosan dan tidak memiliki kegiatan saat terkurung di rumah, menonton video di YouTube menjadi salah satu solusi dalam menghilangkan kebosanan.

5. PT Gudang Garam Tbk. (GGRM)
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Senin, 30 Maret 2020, laba bersih Gudang Garam melejit 39,64% menjadi Rp10,88 triliun sepanjang periode 2019 dari sebelumnya Rp7,79 triliun.

Lonjakan laba bersih itu terjadi lantaran pendapatan Gudang Garam yang naik 15,48% secara tahunan (year-to-date/ytd) menjadi Rp110,52 triliun pada 2019 dari Rp95,7 triliun tahun sebelumnya. Sejak Corona menghatam, saham GGRM ini terus konsisten dan masih diburu investor. Memang pada pertengahan Maret (19/3) harga GGRM sempat terjerembab menjadi Rp32.900. Pelan tapi pasti harga saham emiten rokok itu menanjak kembali. Pada Jumat ini (3/7) harga GGRM menclok di posisi Rp47.125

6. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF)
Saham sektor makanan masih bisa dipertimbangkan oleh investor. Tercatat, perseroan membukukan pertumbuhan laba dua digit 18,96% pada 2019. Apalagi sektor ini cukup menguat dan tidak mengalami penurunan. Ya sama seperti GGRM, harga INDF sempat turun di Maret kemudian rebound di awal Juli ini.

7.Telkom Indonesia (TLKM)
Harga saham perusahaan-perusahaan yang bergerak di bisnis telekomunikasi naik serentak di tengah pandemi Corona yang menekan pasar saham. Adapun tren kenaikan saham emiten telekomunikasi dimulai sejak perdagangan 26 Maret 2020.

8 PT Uniliver Indonesia Tbk (UNVR).
Saham-saham yang memiliki fundamental cukup baik dengan penurunan yang sudah cukup dalam dan memiliki valuasi menarik ini juga kebal dengan virus corona.
(uka)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top