Kinerja Emiten Kesehatan Diyakini Positif di Tengah Covid-19
Selasa, 12 Mei 2020 - 15:24 WIB
loading...
Kinerja PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diyakini bakal konclong di tengah kondisi merebaknya pandemi saat ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kinerja emiten kesehatan mencatatkan pergerakan positif di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya ditunjukkan oleh anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), yakni PT Siloam International Hospitals (SILO).
Menurut Analis Pasar Modal Sukarno Alatas, kinerja emiten kesehatan akan positif karena saat ini masyarakat mengeluarkan dana untuk prioritas produk dan layanan kesehatan di tengah ancaman virus Corona. Apalagi, di tengah ketidakpastian akan vaksin, masa Covid-19 menjadi tidak jelas kapan akan tuntas.
Prioritas masyarakat, kata dia, akan tertuju bagaimana menjaga kesehatan keluarga sehingga produk layanan kesehatan akan menjadi pilihan pertama di banding konsumsi lainnya.
Karena itu, emiten kesehatan seperti SILO diyakini akan memiliki kinerja positif di tengah dalam jangka panjang. Sukarno menyebut, sektor kesehatan masih menarik karena merupakan segmen bisnis yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi, sektor rumah sakit akan menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) bagi SILO, yang juga akan mendorong induknya, yakni LPKR.
"Di saat kondisi kesadaran kesehatan dan antisipasi masyarakat terhadap virus corona meningkat seharusnya sektor kesehatan bisa diuntungkan. Maka ada peluang kinerjanya bisa lebih baik. Untuk jangka panjang, pasti positif," ucap Sukarno, belum lama ini.
Kinerja emiten kesehatan juga didorong kebijakan pembebasan bea masuk yang akan membuat bahan baku obat dan peralatan medis impor menjadi lebih murah. Dengan demikian rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan tidak mengeluarkan ongkos banyak untuk membelinya. Dengan begitu, Sukarno melihat laba emiten farmasi bakal tumbuh.
Kinerja SILO diyakini juga akan mendorong kinerja LPKR mengingat SILO menghasilkan recurring income yang konsisten. Data pembukuan LPKR mencatat lebih dari 70% pendapatan Lippo Karawaci berasal dari recurring income, alias pendapatan berulang dari SILO yang memberikan stabilitas di saat situasi pasar bergejolak, salah satunya disebabkan merebaknya virus corona.
Menurut Analis Pasar Modal Sukarno Alatas, kinerja emiten kesehatan akan positif karena saat ini masyarakat mengeluarkan dana untuk prioritas produk dan layanan kesehatan di tengah ancaman virus Corona. Apalagi, di tengah ketidakpastian akan vaksin, masa Covid-19 menjadi tidak jelas kapan akan tuntas.
Prioritas masyarakat, kata dia, akan tertuju bagaimana menjaga kesehatan keluarga sehingga produk layanan kesehatan akan menjadi pilihan pertama di banding konsumsi lainnya.
Karena itu, emiten kesehatan seperti SILO diyakini akan memiliki kinerja positif di tengah dalam jangka panjang. Sukarno menyebut, sektor kesehatan masih menarik karena merupakan segmen bisnis yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi, sektor rumah sakit akan menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) bagi SILO, yang juga akan mendorong induknya, yakni LPKR.
"Di saat kondisi kesadaran kesehatan dan antisipasi masyarakat terhadap virus corona meningkat seharusnya sektor kesehatan bisa diuntungkan. Maka ada peluang kinerjanya bisa lebih baik. Untuk jangka panjang, pasti positif," ucap Sukarno, belum lama ini.
Kinerja emiten kesehatan juga didorong kebijakan pembebasan bea masuk yang akan membuat bahan baku obat dan peralatan medis impor menjadi lebih murah. Dengan demikian rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan tidak mengeluarkan ongkos banyak untuk membelinya. Dengan begitu, Sukarno melihat laba emiten farmasi bakal tumbuh.
Kinerja SILO diyakini juga akan mendorong kinerja LPKR mengingat SILO menghasilkan recurring income yang konsisten. Data pembukuan LPKR mencatat lebih dari 70% pendapatan Lippo Karawaci berasal dari recurring income, alias pendapatan berulang dari SILO yang memberikan stabilitas di saat situasi pasar bergejolak, salah satunya disebabkan merebaknya virus corona.
Lihat Juga :