Tangkap Peluang Pasar, Milenial Pacitan Tekuni Peternakan Itik

Rabu, 28 September 2022 - 22:35 WIB
loading...
Tangkap Peluang Pasar, Milenial Pacitan Tekuni Peternakan Itik
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana (dua kiri) saat mengunjungi peternak milenial Pacitan, Agus Rinoto (dua kanan).
A A A
JAKARTA - Agus Rinoto, seorang pemuda Kabupaten Pacitan, Jawa Timur tertarik melakukan budidaya peternakan itik. Baginya, beternak itik lebih mudah dan menguntungkan.

Karena itu, sebagai salah satu penerima manfaat Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), dirinya bertekad untuk terus mengembangkan populasi itik di daerahnya.

“Masih sangat terbuka peluang untuk wilayah Pacitan dan sekitarnya, oleh karena itu saya akan berusaha untuk memenuhinya. YESS telah membuka wawasan saya untuk selektif terhadap informasi, memperluas jejaring serta adaptif terhadap perkembangan ilmu dan teknologi untuk kemajuan usaha saya,” kata Agus Rinoto kepada Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana.

(Baca juga:Gandeng Tokopedia, Kementan Fasilitasi Penjualan Produk Peternakan)

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/9/2022), saat ini dirinya telah memiliki sekitar 500 itik. Dengan jumlah itik sebanyak itu, Agus bertekad untuk terus mengembangkannya. Selain menambah populasi itik, dia juga akan membuat telur asin untuk memanfaatkan peluang pasar di Pacitan dan sekitarnya.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional selama pandemi (2019-2021) sangat terbantu oleh pertumbuhan positif pada sektor pertanian.

“Hal itu membuktikan bahwa arah pertanian kita sesuai dengan yang seharusnya, serta perlu terus didorong untuk semakin maju, mandiri dan modern sehingga mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

(Baca juga:Peternakan Terbakar, Ribuan Ayam Terpanggang Hidup-hidup)

Mentan Syahrul menambahkan Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di perdesaan, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional. “Regenerasi petani merupakan harga mati yang harus segera kita realisasikan bersama,” katanya.

Seiring hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa Kementan terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan petani/peternak muda untuk terlibat aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Di tangan para milenial, produksi dan produktifitas pertanian maupun peternakan dapat semakin baik melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian,” katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial. Pasalnya mereka menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor.

Oleh karena itu, Program YESS yang menyasar pemuda agar menggeluti kewirausahaan bidang pertanian. Ini merupakan salah satu pilot project yang tepat bagi regenerasi pelaku pertanian.
(dar)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2225 seconds (11.210#12.26)