Bapanas Pastikan Persediaan Telur, Daging, dan Minyak Goreng Surplus

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 19:07 WIB
loading...
Bapanas Pastikan Persediaan...
Bapanas memastikan persediaan telur, daging, dan minyak goreng masih surplus. Foto/iLustrasi/Dok.SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Persediaan komoditas pangan, seperti telur, daging ayam, jagung hingga minyak goreng di dalam negeri masih surplus. Kepastian kondisi keamanan persediaan pangan ini ditegaskan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Baca juga: Harga Telur Ayam di Luar Jawa dan Sumatera Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

"Secara prinsip, kita ini dalam posisi surplus, meskipun memang ada beberapa hal yang kita masih ketergantungan dengan impor," ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa dalam dialog di MNC Trijaya, Sabtu (1/10/2022).



Dia mengungkapkan, beberapa komoditas pangan yang masih diimpor karena persediannya yang terbatas, antara lain kacang kedelai, daging sapi, dan gula. Saat ini, hampir 80 persen kedelai diimpor. Meskipun masih bergantung impor, berdasarkan data prognosa NFA, tiga komoditas tersebut masih mengalami surplus.

Baca juga: 3 Hari Hilang Kotak, Basarnas Lakukan Pencarian KLM Al Mubarok Berpenumpang 10 Orang

Namun demikian, ia mengingatkan semua pihak harus tetap waspada karena ke depan akan ada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi. "Sehingga kita harus bergandengan tangan supaya produksi kita selalu diperkuat agar bisa menjaga kestabilan harga di tingkat hulunya juga. Kemudian itu juga bisa menjaga ditingkat hilirnya," kata dia.

Saat ini, lanjutnya, NFA sedang melakukan penguatan regulasi cadangan pangan. Sebab, cadangan pangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras, maka dari itu kita akan memperkuat cadangan yang lain.

"Cadangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras. Beras ini ada sekitar 800 ribu ton sehingga kita harus perkuat supaya diharapkan sampai 1,2 juta ton. Sementara secara cadangan pangan nasional, beras kita ada 7 juta ton. Jumlah ini sangat banyak mungkin bisa cukup untuk sekitar 3-4 bulan atau bisa lebih," kata Ketut.

Baca juga: Ekonomi China vs Amerika Siapa Lebih Kuat? Ini Penjelasannya

Pihaknya sedang menyiapkan Perpres revisi 48 tentang cadangan pangan pemerintah, sehingga tahap pertama kita harus memperkuat cadangan lainnya seperti, jagung, dan kedelai. Perpres tersebut sedang dibahas dan diharapkan dalam dua minggu ke depan hasilnya bisa keluar, karena saat ini masih ada beberapa perbaikan.

"Mudah-mudahan dalam dua minggu ini bisa keluar karena masih ada perbaikan perbaikan sedikit, dapat masukan dari beberapa pihak. Kita harapkan dengan Perpres cadangan pangan ini kita memiliki regulasi yang jelas soal cadangan pangan ke depan seperti apa," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Kondisi Kelas Menengah,...
Kondisi Kelas Menengah, Saat Gaji Satu Pintu Tak Lagi Cukup
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
MBG Butuh 700 Juta Telur,...
MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Gaet Pengusaha China
Kenaikan Harga Minyak...
Kenaikan Harga Minyak Goreng Terjadi di 207 Kabupaten, Kota! Begini Respons Bapanas
Mentan Amran Ancam Bakal...
Mentan Amran Ancam Bakal Tindak Produsen Minyak Goreng yang Naikkan Harga
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Rekomendasi
Haji Bolot Sempat Tolak...
Haji Bolot Sempat Tolak Pakai Kursi Roda Meski Alami Sesak Napas Hebat
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved