Inflasi Turki Tembus 83,45%, Ini Faktor-faktor Pemicunya

Senin, 03 Oktober 2022 - 21:04 WIB
loading...
Inflasi Turki Tembus...
Inflasi Turki mencapai rekor tertinggi sejak 24 tahun terakhir. Foto/FinancialTimes
A A A
JAKARTA - Inflasi tahunan Turki naik ke level 83,45% per September 2022, tertinggi sejak 24 tahun terakhir. Inflasi Turki telah naik selama 16 bulan berturut-turut dari kisaran di bawah 20% pada tahun lalu.

Baca juga: Ribuan Lubang Raksasa Terbentuk dalam Setahun, Turki Terancam Ditelan Bumi

Menurut data yang dirilis Turkish Statistical Institute, Senin (3/10/2022), inflasi tersebut naik dari bulan sebelumnya sebesar 80,21% year on year (yoy) sekaligus menjadi yang tertinggi sejak Juli 1998.

Melambungnya inflasi Turki akibat jatuhnya mata uang negara tersebut, Lira. Selain itu harga transportasi yang melonjak drastis hampir 118% yoy serta harga makanan dan minuman non-alkohol melonjak 93,05% turut mendorong peningkatan inflasi.

Di sisi lain, Bank Sentral Turki terus melakukan pemangkasan suku bunga. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Bank Sentral Turki telah memangkas suku sebesar 200 basis poin (bsp) dalam dua pertemuan. Meskipun Bank Sentral telah melakukan pemangkasan yang cukup tajam, suku bunga Turki masih berada di level 12%.

Baca juga: Rogue Signal, Aplikasi Anti Begal dari Mahasiswa ITB

Sementara itu, secara month to month (mtm), inflasi Turki pada September 2022 tercatat sebesar 3,08%. Angka tersebut naik dari Agustus 2022 sebesar 1,46% mtm, namun di bawah ekspektasi sebesar 3,8% mtm.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Rekomendasi
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved