Perbandingan Utang Luar Negeri Arab Saudi dan Indonesia
Selasa, 04 Oktober 2022 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan harga minyak diduga akan mendorong Arab Saudi menerbitkan surat utang baru. Sebab, negara itu akan kehilangan hingga Rp2,34 triliun per hari sepanjang 2020 gara-gara kekacauan pasar minyak global dan perlambatan ekonomi global yang dipicu pandemi Covid-19.
Sejumlah bankir di Riyadh saat itu, menyebut, penerbitan surat utang baru oleh Riyadh hanya soal waktu. Sebelumnya Qatar dan Abu Dhabi mendapatkan total USD17 miliar dari surat utang baru.
Sementara itu Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani mengungkapkan, sejumlah negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam memiliki utang seperti halnya Indonesia. Utang tersebut dihimpun untuk menjaga stabilitas perekonomian. Bendahara negara menyebut contoh negara Islam yang berutang dari Arab Saudi hingga Afghanistan.
"Kalau teman-teman yang suka pakai (contoh) negara Islam. Semua negara Islam di dunia, semua berutang. Mau (Arab) Saudi, UAE, Qatar, Maroko, Pakistan, Afghanistan, Kazakhstan, you name it," ujar Ani,
Mengutip laman resmi Bank Dunia dan The Economist, berikut besaran utang negara-negara Islam yang disebutkan Sri Mulyani:
1. Arab Saudi
The Economist mencatat utang Arab Saudi mencapai USD118,37 miliar di 2020. Jumlah tersebut setara 14,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu.
2. Uni Emirat Arab (UAE)
The Economist mencatat utang Uni Emirat Arab mencapai USD174,46 miliar di 2020. Jumlah tersebut setara 14,8% dari PDB negara produsen minyak itu.
3. Qatar
The Economist mencatat utang Qatar mencapai USD63,03 miliar di 2020. Jumlah tersebut setara 16% dari PDB negara tersebut.
4. Maroko
Bank Dunia mencatat utang Maroko mencapai USD49,04 miliar pada 2018. Jumlah tersebut turun dari utang Maroko tahun sebelumnya yakni USD49,79 miliar. Namun, dalam 15 tahun terakhir tren utang negara di Timur Tengah itu terus menanjak.
5. Pakistan
Sedangkan utang Pakistan berdasarkan catatan Bank Dunia mencapai USD90,95 miliar di 2018. Jumlah tersebut naik dari sebelumnya yakni USD86,07 miliar. Tren penambahan utang Pakistan cenderung bertambah terus sejak 2005 lalu.
Sejumlah bankir di Riyadh saat itu, menyebut, penerbitan surat utang baru oleh Riyadh hanya soal waktu. Sebelumnya Qatar dan Abu Dhabi mendapatkan total USD17 miliar dari surat utang baru.
Sementara itu Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani mengungkapkan, sejumlah negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam memiliki utang seperti halnya Indonesia. Utang tersebut dihimpun untuk menjaga stabilitas perekonomian. Bendahara negara menyebut contoh negara Islam yang berutang dari Arab Saudi hingga Afghanistan.
"Kalau teman-teman yang suka pakai (contoh) negara Islam. Semua negara Islam di dunia, semua berutang. Mau (Arab) Saudi, UAE, Qatar, Maroko, Pakistan, Afghanistan, Kazakhstan, you name it," ujar Ani,
Mengutip laman resmi Bank Dunia dan The Economist, berikut besaran utang negara-negara Islam yang disebutkan Sri Mulyani:
1. Arab Saudi
The Economist mencatat utang Arab Saudi mencapai USD118,37 miliar di 2020. Jumlah tersebut setara 14,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu.
2. Uni Emirat Arab (UAE)
The Economist mencatat utang Uni Emirat Arab mencapai USD174,46 miliar di 2020. Jumlah tersebut setara 14,8% dari PDB negara produsen minyak itu.
3. Qatar
The Economist mencatat utang Qatar mencapai USD63,03 miliar di 2020. Jumlah tersebut setara 16% dari PDB negara tersebut.
4. Maroko
Bank Dunia mencatat utang Maroko mencapai USD49,04 miliar pada 2018. Jumlah tersebut turun dari utang Maroko tahun sebelumnya yakni USD49,79 miliar. Namun, dalam 15 tahun terakhir tren utang negara di Timur Tengah itu terus menanjak.
5. Pakistan
Sedangkan utang Pakistan berdasarkan catatan Bank Dunia mencapai USD90,95 miliar di 2018. Jumlah tersebut naik dari sebelumnya yakni USD86,07 miliar. Tren penambahan utang Pakistan cenderung bertambah terus sejak 2005 lalu.
Lihat Juga :