Mendorong BSI Jadi Lokomotif Keuangan Syariah Indonesia
Selasa, 04 Oktober 2022 - 12:34 WIB
loading...
A
A
A
Soliditas kinerja PT BSI ini, lanjut Fathan juga ditunjukkan dari sektor pembiayaan yang terus tumbuh dan sehat. Pembiayaan BSI secara keseluruhan sebesar Rp191,29 triliun tumbuh 18,55%.
Segmen pembiayaan terbesar yang menyokong capaian tersebut di antaranya pembiayaan mikro tumbuh 31,13%, pembiayaan konsumer tumbuh 21,66%, pembiayaan wholesale tumbuh 20,34%, pembiayaan kartu tumbuh 22,87% dan gadai emas tumbuh 20,07%. “Raihan ini juga didukung NPF Nett sebesar 0,74%. Adapun cash coverage BSI meningkat signifikan menjadi 157,93%,” katanya.
Aset PT BSI, kata Fathan juga terus menunjukkan pertumbuhan positif. Jika dibandingkan dengan tahun lalu pertumbuhan asset PT BSI tumbuh sebesar 12,46% menjadi Rp277,34 triliun. Selain itu, BSI juga terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dengan membaiknya biaya operasional (BOPO) menjadi 74,50%.
“Dengan adanya efektivitas dan efisiensi biaya operasional ini maka potensi keuntungan dan laba perusahaan akan semakin besar. Dan ini tentu menjadi kabar gembira di tengah harapan kian menguatnya pasar syariah di Indonesia,” katanya.
Baca Juga: Perubahan Status Bank Syariah Indonesia Menjadi BUMN Sudah di Ujung
Segmen pembiayaan terbesar yang menyokong capaian tersebut di antaranya pembiayaan mikro tumbuh 31,13%, pembiayaan konsumer tumbuh 21,66%, pembiayaan wholesale tumbuh 20,34%, pembiayaan kartu tumbuh 22,87% dan gadai emas tumbuh 20,07%. “Raihan ini juga didukung NPF Nett sebesar 0,74%. Adapun cash coverage BSI meningkat signifikan menjadi 157,93%,” katanya.
Aset PT BSI, kata Fathan juga terus menunjukkan pertumbuhan positif. Jika dibandingkan dengan tahun lalu pertumbuhan asset PT BSI tumbuh sebesar 12,46% menjadi Rp277,34 triliun. Selain itu, BSI juga terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dengan membaiknya biaya operasional (BOPO) menjadi 74,50%.
“Dengan adanya efektivitas dan efisiensi biaya operasional ini maka potensi keuntungan dan laba perusahaan akan semakin besar. Dan ini tentu menjadi kabar gembira di tengah harapan kian menguatnya pasar syariah di Indonesia,” katanya.
Baca Juga: Perubahan Status Bank Syariah Indonesia Menjadi BUMN Sudah di Ujung
Lihat Juga :