SKK Migas Ungkap Kontradiksi Produksi Minyak dan Gas Nasional

Rabu, 05 Oktober 2022 - 18:51 WIB
loading...
SKK Migas Ungkap Kontradiksi...
Ada perbedaan mencolok antara produksi minyak dan gas nasional. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas dan Gas Bumi ( SKK Migas ) menyoroti kontradiksi produksi antara minyak dan gas ( migas ) di Indonesia. Jika sedotan minyak kian berkurang, sebaliknya produksi gas berkecukupan.

Baca juga: Ambil Alih Hak Partisipasi Shell di Blok Masela, Pertamina Harus Siapkan Rp21 Triliun

Kekurangan produksi minyak nasional membuat Indonesia harus mengimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa Indonesia saat ini merupakan negara net importir minyak.

Produksi minyak Indonesia saat ini sekitar 650 ribu barel per hari (bph). Sementara kapasitas kilang yang ada hanya 1 juta bph, sehingga 350 ribu bph masih dipenuhi dari impor.

"Kita punya potensi di bidang migas. Tapi minyak kita sudah impor. Kira-kira kalau produksi kita 650 ribu barel per hari dan kapasitas kilang 1 juta (bph), berarti kita impor 300-an ribu bph," papar Dwi di Bandung, Selasa (4/10/2022).

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan cadangan gas yang dimiliki Indonesia. Untuk sumber gas, Indonesia justru mempunyai pasokan gas yang melimpah.

Apalagi, Indonesia juga masih memiliki empat proyek gas yang masuk dalam daftar proyek strategis nasional, di antaranya Jambaran Tiung Biru (JTB) oleh Pertamina, proyek Train-3 Kilang LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat oleh BP. Berikutnya, proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) yang dikelola Chevron Indonesia Company. Lalu proyek Kilang LNG Abadi Masela yang dikelola oleh Inpex Corporation.

"Dan kalau gas berlebih kita ekspor, apalagi nanti potensi ke depan akan lebih banyak gas," ujarnya.

SKK Migas mencatat realisasi produksi minyak siap jual atau lifting hingga kuartal III 2022 masih belum mencapai target. Beberapa di antaranya karena disebabkan kejadian penghentian produksi yang tidak direncanakan (unplanned shutdown), serta adanya kebocoran pipa karena fasilitas hulu migas yang sudah menua.

Baca juga: 25 Makam di TPU Sirnaraga Bandung Rusak Tergerus Hujan Deras

Berdasarkan data SKK Migas, realisasi lifting minyak hingga 30 September baru mencapai 610,1 ribu barel per hari (bph) atau baru mencapai 86,8% dari target 703 ribu bph. Sedangkan untuk gas mencapai 5.353 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92,3% dari target 5.800 MMSCFD.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
Rekomendasi
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Kaesang Saksikan Pelantikan...
Kaesang Saksikan Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji Lampung
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Investor...
MNC Sekuritas Ajak Investor Pahami Saham Syariah lewat Webinar Gratis Beli Saham Syariah
Sambut Tahun Ajaran...
Sambut Tahun Ajaran Baru, Indomaret Hadirkan Pokemon School Collection
Pegadaian Buktikan Kualitas...
Pegadaian Buktikan Kualitas Layanan Terbaik lewat Borong Awards di Asia Pasifik
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,72%, Terperosok ke Bawah 6.000
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan...
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta Terpusat di Terminal 2F: Cek Tahapannya!
AdMedika Salurkan Bantuan...
AdMedika Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer Melalui Program Jaga Sejahtera
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved