Wall Street Balik Memerah Imbas The Fed Tahan Suku Bunga Tinggi
Kamis, 06 Oktober 2022 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
Indeks ketenagakerjaan industri jasa Institute for Supply Management melonjak dalam tanda lain tenaga kerja tetap kuat karena industri secara keseluruhan melambat moderat pada bulan September.
The Fed diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin keempat berturut-turut ketika pembuat kebijakan bertemu 1-2 November, harga dana berjangka menunjukkan, menurut alat FedWatch CME.
Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan kepada Bloomberg TV dalam sebuah wawancara bahwa inflasi bermasalah dan bank sentral AS akan tetap berada di jalurnya.
"Jalannya jelas, kami akan menaikkan tarif ke wilayah yang membatasi, lalu menahannya di sana untuk sementara waktu," katanya. "Kami berkomitmen untuk menurunkan inflasi, tetap berada di jalur sampai kami benar-benar selesai."
Indeks acuan S&P 500 (.SPX) naik 5,7% pada hari Senin dan Selasa karena imbal hasil Treasury turun tajam karena data ekonomi AS yang lebih lemah, perubahan haluan Inggris pada usulan pemotongan pajak yang telah mengguncang pasar dan kenaikan suku bunga Australia yang lebih kecil dari perkiraan.
Imbal hasil treasury melonjak lagi pada hari Rabu setelah data ekonomi yang lebih lemah gagal untuk meningkatkan harapan yang mulai tumbuh The Fed mungkin berputar ke sikap kebijakan yang kurang hawkish.
The Fed diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin keempat berturut-turut ketika pembuat kebijakan bertemu 1-2 November, harga dana berjangka menunjukkan, menurut alat FedWatch CME.
Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan kepada Bloomberg TV dalam sebuah wawancara bahwa inflasi bermasalah dan bank sentral AS akan tetap berada di jalurnya.
"Jalannya jelas, kami akan menaikkan tarif ke wilayah yang membatasi, lalu menahannya di sana untuk sementara waktu," katanya. "Kami berkomitmen untuk menurunkan inflasi, tetap berada di jalur sampai kami benar-benar selesai."
Indeks acuan S&P 500 (.SPX) naik 5,7% pada hari Senin dan Selasa karena imbal hasil Treasury turun tajam karena data ekonomi AS yang lebih lemah, perubahan haluan Inggris pada usulan pemotongan pajak yang telah mengguncang pasar dan kenaikan suku bunga Australia yang lebih kecil dari perkiraan.
Imbal hasil treasury melonjak lagi pada hari Rabu setelah data ekonomi yang lebih lemah gagal untuk meningkatkan harapan yang mulai tumbuh The Fed mungkin berputar ke sikap kebijakan yang kurang hawkish.
Lihat Juga :