Pacu Ekspor Produk Pangan Olahan Indonesia ke Afrika
Minggu, 05 Juli 2020 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan dampaknya bagi perdagangan nasional, yaitu meningkatkan potensi inflasi barang pokok dan penting akibat terganggunya logistik dan distribusi, terhambatnya aktivitas perdagangan antarpulau, terjadinya perubahan pola konsumsi masyarakat, serta melemahnya daya beli masyarakat.
Kasan juga menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19, pemerintah menyusun beberapa strategi guna meningkatkan ekspor makanan olahan Indonesia di pasar global. Pertama, menentukan fokus pasar dan produk ekspor unggulan. Ada lima produk ekspor makanan olahan Indonesia terbesar ke Mesir pada 2019, yaitu saus, bumbu, dan rempah; olahan ikan, tuna; sugar confectionary yang tidak mengandung kakao, olahan ikan, sarden; serta makanan.
Selain itu, produk makanan olahan Indonesia yang potensial di Mesir yaitu produk perikanan, food preparations, kopi, cokelat, biskuit dan makanan ringan.
Kedua, meningkatkan penetrasi pasar dengan melakukan penyelesaian perundingan dan hambatan perdagangan, serta penguatan promosi dagang dan branding. Peningkatan penetrasi pasar juga dilakukan melalui penyelenggaraan webinar, penjajakan kesepakatan dagang virtual, serta pendampingan ekspor selama pandemi.
Ketiga, memperkuat peran perwakilan perdagangan di luar negeri. Keempat, melakukan relaksasi ekspor dan impor untuk tujuan ekspor. "Kami terus berupaya untuk selalu memberikan kontribusi dalam peningkatan ekspor, salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan perdagangan. Berbagai potensi pasar harus terus digali agar ekspor produk Indonesia, khususnya pangan olahan, dapat terus meningkat,” ujar Kasan.
Kasan juga menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19, pemerintah menyusun beberapa strategi guna meningkatkan ekspor makanan olahan Indonesia di pasar global. Pertama, menentukan fokus pasar dan produk ekspor unggulan. Ada lima produk ekspor makanan olahan Indonesia terbesar ke Mesir pada 2019, yaitu saus, bumbu, dan rempah; olahan ikan, tuna; sugar confectionary yang tidak mengandung kakao, olahan ikan, sarden; serta makanan.
Selain itu, produk makanan olahan Indonesia yang potensial di Mesir yaitu produk perikanan, food preparations, kopi, cokelat, biskuit dan makanan ringan.
Kedua, meningkatkan penetrasi pasar dengan melakukan penyelesaian perundingan dan hambatan perdagangan, serta penguatan promosi dagang dan branding. Peningkatan penetrasi pasar juga dilakukan melalui penyelenggaraan webinar, penjajakan kesepakatan dagang virtual, serta pendampingan ekspor selama pandemi.
Ketiga, memperkuat peran perwakilan perdagangan di luar negeri. Keempat, melakukan relaksasi ekspor dan impor untuk tujuan ekspor. "Kami terus berupaya untuk selalu memberikan kontribusi dalam peningkatan ekspor, salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan perdagangan. Berbagai potensi pasar harus terus digali agar ekspor produk Indonesia, khususnya pangan olahan, dapat terus meningkat,” ujar Kasan.
Lihat Juga :