Penjualan Mobil Mayoritas Kredit, Industri Otomotif Khawatirkan Kenaikan Suku Bunga
Senin, 10 Oktober 2022 - 13:38 WIB
loading...
Penjualan mobil akan terdampak kenaikan suku bunga. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,25% dianggap berdampak pada industri otomotif . Pasalnya, mayoritas penjualan mobil dilakukan secara kredit.
Baca juga: Berbeda dari Merek Jepang, Ducati Luncurkan Motor Bermesin Silinder Tunggal
"Yang kami khawatirkan, sebenarnya adalah meningkatnya suku bunga yang sudah menjadi 4,25% saat ini," ujar Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) I Jongkie Sugiharto, dalam Market Review IDXChannel, Senin (10/10/2022).
Jongkie khawatir dengan meningkatnya beban cicilan akan menurunkan minat masyarakat untuk memiliki kendaraan. Padahal, menurutnya Industri tersebut terbukti memberikan multiplier effect yang cukup luas.
"Dengan meningkatnya angka penjualan, ada PPN 11% akan naik, belum lagi PAD (pendapatan asli daerah), PKB (pajak kendaraan bermotor) itu juga akan meningkat, sehingga daerah punya tambahan pendapatan, dan industri pendukung atau kompenen juga meningkat," lanjutnya.
Baca juga: Berbeda dari Merek Jepang, Ducati Luncurkan Motor Bermesin Silinder Tunggal
"Yang kami khawatirkan, sebenarnya adalah meningkatnya suku bunga yang sudah menjadi 4,25% saat ini," ujar Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) I Jongkie Sugiharto, dalam Market Review IDXChannel, Senin (10/10/2022).
Jongkie khawatir dengan meningkatnya beban cicilan akan menurunkan minat masyarakat untuk memiliki kendaraan. Padahal, menurutnya Industri tersebut terbukti memberikan multiplier effect yang cukup luas.
"Dengan meningkatnya angka penjualan, ada PPN 11% akan naik, belum lagi PAD (pendapatan asli daerah), PKB (pajak kendaraan bermotor) itu juga akan meningkat, sehingga daerah punya tambahan pendapatan, dan industri pendukung atau kompenen juga meningkat," lanjutnya.
Lihat Juga :