Erick Thohir Beberkan 4 Kunci Agar Ekonomi RI Tumbuh Stabil 5% hingga 2045
Senin, 10 Oktober 2022 - 14:29 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir mempunyai 4 cara yang bisa dilakukan agar pertumbuhan makro ekonomi nasional mampu bertahan di level 5% setiap tahunnya hingga pada 2045. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Optimis pertumbuhan makro ekonomi nasional akan bertahan di level 5% setiap tahunnya hingga pada 2045. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan, ada empat aspek yang dilakukan pemerintah.
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Kunci Utama Indonesia Jadi Negara Maju
Adapun keempat aspek tersebut adalah hilirisasi sumber daya alam (SDA), sektor pangan dan perikanan, ekonomi digitalisasi, hingga ekonomi dan keuangan syariah.
“ Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen setiap tahun sampai 2045 adalah angka yang wajar, tapi tidak mudah bahwa bagaimana dengan kondisi dunia yang terombang-ambing justru kita punya potensi yang terus tumbuh. Kalau kita bisa fokus kepada empat pertumbuhan ekonomi yang kita bisa dorong bersama-sama,” ungkap Erick melalui akun instagram, Senin (10/10/2022).
Terkait hilirisasi sumber daya alam , Erick Thohir memastikan, bahan baku atau raw material akan diprioritaskan untuk Industri dalam negeri. Sehingga, ekspor SDM akan ditekan pemerintah.
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Kunci Utama Indonesia Jadi Negara Maju
Adapun keempat aspek tersebut adalah hilirisasi sumber daya alam (SDA), sektor pangan dan perikanan, ekonomi digitalisasi, hingga ekonomi dan keuangan syariah.
“ Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen setiap tahun sampai 2045 adalah angka yang wajar, tapi tidak mudah bahwa bagaimana dengan kondisi dunia yang terombang-ambing justru kita punya potensi yang terus tumbuh. Kalau kita bisa fokus kepada empat pertumbuhan ekonomi yang kita bisa dorong bersama-sama,” ungkap Erick melalui akun instagram, Senin (10/10/2022).
Terkait hilirisasi sumber daya alam , Erick Thohir memastikan, bahan baku atau raw material akan diprioritaskan untuk Industri dalam negeri. Sehingga, ekspor SDM akan ditekan pemerintah.
Lihat Juga :