Askrindo Jamin KUR Para Perajin Keris di Desa Banyusumurup, Yogyakarta
Senin, 10 Oktober 2022 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pertempuran Sengit Keris Condong Campur Melawan Keris Kiai Sangkelat dari Raden Fatah
Salah satunya Marjono, lelaki asli Desa Banyusumurup ini sudah menjadi pengrajin keris sejak tahun 1994. Keterampilan dan kepiawan dirinya membuat keris diperoleh dari leluhur dan orang tuanya, selain itu dirinya pun belajar mengembangkan keris-keris hasil tangannya dari tetangga tetangganya sesama pengrajin keris.
Berawal dari ingin melestarikan budaya serta melanjutkan leluhur yang merupakan pengrajin keris, sejak lulus SMA pada tahun 1994 dirinya langsung terjun menjadi pengrajin keris. Dorongan jiwa entrepreneur’nya membuat Marjono serius mengembangkan untuk menjadi bisnis yang menguntungkan.
Dalam melanjutkan usahanya, Marjono menemui beberapa kendala salah satunya permodalan. Awalnya Marjono menggunakan dana pribadi sebagai modal memulai usaha kerajinan keris, namun tingginya demand atas keris, Marjono menggunakan fasilitas kredit pinjaman perbankan.
"Dari tahun 1994 hingga 2013-an saya masih menggunakan modal seadanya guna terus mengembangkan usaha keris ini, tapi ditahun 2014an untuk meningkatkan dan lebih membesarkan usaha keris ini saya masuk ke program Kredit Usaha Rakyat dari salah satu Bank milik Negara," ujarnya.
Marjono bercerita, di awal mula dirinya mengajukan KUR di tahun 2014 dirinya 'hanya' mendapatkan tambahan modal usaha sebesar Rp.10 juta dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya hingga di tahun 2022 ini dirinya mendapatkan permodalan dari KUR sebesar Rp. 50 juta.
Salah satunya Marjono, lelaki asli Desa Banyusumurup ini sudah menjadi pengrajin keris sejak tahun 1994. Keterampilan dan kepiawan dirinya membuat keris diperoleh dari leluhur dan orang tuanya, selain itu dirinya pun belajar mengembangkan keris-keris hasil tangannya dari tetangga tetangganya sesama pengrajin keris.
Berawal dari ingin melestarikan budaya serta melanjutkan leluhur yang merupakan pengrajin keris, sejak lulus SMA pada tahun 1994 dirinya langsung terjun menjadi pengrajin keris. Dorongan jiwa entrepreneur’nya membuat Marjono serius mengembangkan untuk menjadi bisnis yang menguntungkan.
Dalam melanjutkan usahanya, Marjono menemui beberapa kendala salah satunya permodalan. Awalnya Marjono menggunakan dana pribadi sebagai modal memulai usaha kerajinan keris, namun tingginya demand atas keris, Marjono menggunakan fasilitas kredit pinjaman perbankan.
"Dari tahun 1994 hingga 2013-an saya masih menggunakan modal seadanya guna terus mengembangkan usaha keris ini, tapi ditahun 2014an untuk meningkatkan dan lebih membesarkan usaha keris ini saya masuk ke program Kredit Usaha Rakyat dari salah satu Bank milik Negara," ujarnya.
Marjono bercerita, di awal mula dirinya mengajukan KUR di tahun 2014 dirinya 'hanya' mendapatkan tambahan modal usaha sebesar Rp.10 juta dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya hingga di tahun 2022 ini dirinya mendapatkan permodalan dari KUR sebesar Rp. 50 juta.
Lihat Juga :