Wall Street Jatuh Disulut Serangan Amerika Terhadap Industri Chip China
Selasa, 11 Oktober 2022 - 07:12 WIB
loading...
Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan waktu setempat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wall Street atau bursa saham Amerika Serikat jatuh pada penutupan perdagangan Senin (10/10/2022), dengan Nasdaq mencatatkan penutupan terendah sejak Juli 2020. Investor khawatir tentang dampak suku bunga yang lebih tinggi dan menarik diri dari pembuat chip setelah Amerika Serikat mengumumkan pembatasan yang bertujuan melumpuhkan industri semikonduktor China.
Baca juga: Wall Street Dibuka Naik Iringi Optimisme Investor atas Laporan Keuangan Kuartal III
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 93,91 poin atau 0,32% menjadi 29.202,88, S&P 500 (SPX) kehilangan 27,27 poin atau 0,75% menjadi 3.612,39, dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 110,30 poin atau 1,04% menjadi 10,542,10.
Sebelumnya Wakil Ketua Federal Reserve Lael Brainard mengatakan, kebijakan moneter AS yang lebih ketat mulai terasa terhadap ekonomi yang mungkin melambat lebih cepat dari yang diharapkan, namun beban penuh kenaikan suku bunga Fed masih belum terlihat selama berbulan-bulan.
Terlepas dari kekhawatiran yang berkembang bahwa kenaikan suku bunga The Fed dapat meningkatkan pengangguran, Presiden Fed Chicago Charles Evans terus mendukung upaya bank sentral untuk menurunkan inflasi, dengan mengatakan meskipun kedengarannya optimistis, dia yakin bisa dilakukan sambil menghindari resesi.
"Orang-orang khawatir tentang ekonomi. Orang-orang khawatir tentang kemungkinan resesi," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, dikutip dari Reuters, Selasa (11/10/2022).
Indeks Philadelphia SE Semiconductor (SOX) turun 3,5% setelah pemerintahan Biden menerbitkan rangkaian kontrol ekspor pada hari Jumat, termasuk langkah untuk memotong China dari chip semikonduktor tertentu yang dibuat di mana saja di dunia dengan peralatan AS.
Baca juga: Wall Street Dibuka Naik Iringi Optimisme Investor atas Laporan Keuangan Kuartal III
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 93,91 poin atau 0,32% menjadi 29.202,88, S&P 500 (SPX) kehilangan 27,27 poin atau 0,75% menjadi 3.612,39, dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 110,30 poin atau 1,04% menjadi 10,542,10.
Sebelumnya Wakil Ketua Federal Reserve Lael Brainard mengatakan, kebijakan moneter AS yang lebih ketat mulai terasa terhadap ekonomi yang mungkin melambat lebih cepat dari yang diharapkan, namun beban penuh kenaikan suku bunga Fed masih belum terlihat selama berbulan-bulan.
Terlepas dari kekhawatiran yang berkembang bahwa kenaikan suku bunga The Fed dapat meningkatkan pengangguran, Presiden Fed Chicago Charles Evans terus mendukung upaya bank sentral untuk menurunkan inflasi, dengan mengatakan meskipun kedengarannya optimistis, dia yakin bisa dilakukan sambil menghindari resesi.
"Orang-orang khawatir tentang ekonomi. Orang-orang khawatir tentang kemungkinan resesi," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, dikutip dari Reuters, Selasa (11/10/2022).
Indeks Philadelphia SE Semiconductor (SOX) turun 3,5% setelah pemerintahan Biden menerbitkan rangkaian kontrol ekspor pada hari Jumat, termasuk langkah untuk memotong China dari chip semikonduktor tertentu yang dibuat di mana saja di dunia dengan peralatan AS.
Lihat Juga :