Hasil Pengukuran Developmental Impact: LPEI Berkontribusi 8% terhadap Nilai Ekspor Barang
Rabu, 12 Oktober 2022 - 21:30 WIB
loading...
LPEI mencatatkan hasil positif berdasarkan pengukuran developmental impact. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ( LPEI ) atau Indonesia Eximbank bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pengukuran developmental impact. Pengukuran ini sebagai indikator kontribusi LPEI terhadap pengembangan ekspor nasional dari penggunaan penyertaan modal negara (PMN) yang diterima oleh lembaga yang telah tersalurkan dengan baik.
Baca juga: Pasarkan Fesyen Muslim Indonesia, Mendag Bakal Sambangi India hingga Nigeria
Secara agregat ekonomi atas fasilitas pembiayaan, debitur dan supply chain, developmental impact LPEI berkontribusi sebesar 8% terhadap nilai ekspor barang sepanjang periode Juli 2021-Juni 2022. Dampak developmental impact lainnya, yaitu peningkatan produk domestik bruto (PDB) 2,48 kali dari pembiayaan yang diberikan serta penyerapan tenaga kerja atas aktivitas debitur LPEI termasuk supply chain debitur LPEI dari hulu hingga ke hilir secara total sebesar 50 orang per Rp1 miliar.
“Dukungan PMN ini tentunya membuat LPEI memiliki tingkat permodalan yang lebih baik untuk mengatasi dinamika ekonomi dalam menjalankan mandat ke depan,” ujar Riyani Tirtoso, Direktur Eksekutif LPEI, Rabu (12/10/2022).
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2022 secara year on year, total outstanding penjaminan (komersial dan PEN) LPEI mencapai Rp12,4 triliun atau naik 24,5%, plafon asuransi sebesar Rp17,5 triliun atau meningkat 82,3%, dan volume trade finance mencapai Rp8,4 triliun, melonjak sebesar 125,8%.
Baca juga: Pasarkan Fesyen Muslim Indonesia, Mendag Bakal Sambangi India hingga Nigeria
Secara agregat ekonomi atas fasilitas pembiayaan, debitur dan supply chain, developmental impact LPEI berkontribusi sebesar 8% terhadap nilai ekspor barang sepanjang periode Juli 2021-Juni 2022. Dampak developmental impact lainnya, yaitu peningkatan produk domestik bruto (PDB) 2,48 kali dari pembiayaan yang diberikan serta penyerapan tenaga kerja atas aktivitas debitur LPEI termasuk supply chain debitur LPEI dari hulu hingga ke hilir secara total sebesar 50 orang per Rp1 miliar.
“Dukungan PMN ini tentunya membuat LPEI memiliki tingkat permodalan yang lebih baik untuk mengatasi dinamika ekonomi dalam menjalankan mandat ke depan,” ujar Riyani Tirtoso, Direktur Eksekutif LPEI, Rabu (12/10/2022).
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2022 secara year on year, total outstanding penjaminan (komersial dan PEN) LPEI mencapai Rp12,4 triliun atau naik 24,5%, plafon asuransi sebesar Rp17,5 triliun atau meningkat 82,3%, dan volume trade finance mencapai Rp8,4 triliun, melonjak sebesar 125,8%.
Lihat Juga :