Wall Street Dibuka Ambrol Usai Pengumuman Inflasi AS
Kamis, 13 Oktober 2022 - 20:58 WIB
loading...
A
A
A
Lonjakan harga di tingkat konsumen akan membuat bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed mengerek suku bunga pada pertemuan selanjutnya.
Sebagai catatan, The Fed telah menaikkan suku bunga hingga 300 bps sejak Maret lalu, yang merupakan kenaikan tercepat sejak awal 1980-an.
baca juga: Inflasi di Amerika Serikat Tembus 8,2% pada September 2022
Tren suku bunga tinggi memberi dampak terhadap pasar ekuitas termasuk bursa saham di negara adidaya itu dan dinilai bakal menimbulkan tekanan jual yang cukup masif.
Kabar baiknya, musim laporan keuangan kuartalan yang positif dapat menjadi penyeimbang aksi ambil untung (profit taking) investor.
Sebagai catatan, The Fed telah menaikkan suku bunga hingga 300 bps sejak Maret lalu, yang merupakan kenaikan tercepat sejak awal 1980-an.
baca juga: Inflasi di Amerika Serikat Tembus 8,2% pada September 2022
Tren suku bunga tinggi memberi dampak terhadap pasar ekuitas termasuk bursa saham di negara adidaya itu dan dinilai bakal menimbulkan tekanan jual yang cukup masif.
Kabar baiknya, musim laporan keuangan kuartalan yang positif dapat menjadi penyeimbang aksi ambil untung (profit taking) investor.
Lihat Juga :