Pasar Modal Masih Dibayangi Peningkatan Kasus Covid-19
Senin, 06 Juli 2020 - 05:34 WIB
loading...
A
A
A
"Lonjakan kasus Covid-19 membayangi pembukaan ekonomi. Pelaku pasar perlu memperhatikan pernyataan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, bahwa yang terburuk belum datang dalam kasus pandemi Covid-19," katanya.
(Baca Juga: Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Naik 1,46% )
Dia mengatakan beberapa Negara bagian AS melakukan penundaan pembukaan ekonomi akibat kenaikan kasus covid-19 yang meningkat. Menimbulkan kekhawatiran gangguan ekonomi. Perkembangan vaksin akan menjadi sentimen positif pasar.
Adapun, pelaku pasar akan memperhatikan potensi perang dagang AS dan China menyusul lebih dari 75 anggota Kongres AS mengirim surat mendesak Presiden Donald Trump untuk mengambil keputusan resmi terhadap China akibat kekejaman yang terjadi atas kaum Muslim Uighur.
"Langkah Trump dan respons pemerintah China akan mempengaruhi pergerakan pasar. Aktifitas bisnis china membaik terutama akibat permintaan dalam negeri yang membaik di tengah permintaan luar negeri yang lemah. Ini jadi sentiment positif pasar," ungkapnya.
(Baca Juga: Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Naik 1,46% )
Dia mengatakan beberapa Negara bagian AS melakukan penundaan pembukaan ekonomi akibat kenaikan kasus covid-19 yang meningkat. Menimbulkan kekhawatiran gangguan ekonomi. Perkembangan vaksin akan menjadi sentimen positif pasar.
Adapun, pelaku pasar akan memperhatikan potensi perang dagang AS dan China menyusul lebih dari 75 anggota Kongres AS mengirim surat mendesak Presiden Donald Trump untuk mengambil keputusan resmi terhadap China akibat kekejaman yang terjadi atas kaum Muslim Uighur.
"Langkah Trump dan respons pemerintah China akan mempengaruhi pergerakan pasar. Aktifitas bisnis china membaik terutama akibat permintaan dalam negeri yang membaik di tengah permintaan luar negeri yang lemah. Ini jadi sentiment positif pasar," ungkapnya.
(akr)
Lihat Juga :