Harga BBM Subsidi Naik, Bisnis SPBU Makin Kompetitif
Senin, 17 Oktober 2022 - 09:50 WIB
loading...
Pengendara motor mengisi BBM di salah satu SPBU swasta. Foto/Dok SINDOnews/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite sejak awal September lalu justru menjadi angin segar bagi iklim persaingan usaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tanah Air.
Direktur Eksekutif Reforminer Komaidi Notonegoro menilai, persaingan bisnis SPBU kini semakin kompetitif setelah harga BBM subsidi di SPBU Pertamina mengalami kenaikan awal bulan lalu.
"Saya kira justru positif untuk semua pihak, bagi Pertamina dan keuangan negara tentu ada potensi dampak positif,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (17/10/2022).
“Kalau harga kompetitif, iklim investasinya semakin bagus. Kalau Pertamina mendekati pesaingnya, indikasi harga sudah mendekati harga wajar,” tukas Komaidi.
Menurut dia, situasi persaingan usaha yang semakin ketat itu bakal berdampak positif bagi realisasi investasi mendatang di sektor hilir minyak dan gas (migas). Hanya saja, Komaidi menekankan daya beli masyarakat harus tetap dijaga.
“Pertamina relatif normal untuk penambahan unit SPBU-nya tapi kalau pelaku lain seperti bp dan Vivo saya kira unitnya makin tambah banyak. Konsumen akan lebih banyak pilihan dan tahu sebenarnya di level berapa ketika harga tidak disubsidi," bebernya.
Direktur Eksekutif Reforminer Komaidi Notonegoro menilai, persaingan bisnis SPBU kini semakin kompetitif setelah harga BBM subsidi di SPBU Pertamina mengalami kenaikan awal bulan lalu.
"Saya kira justru positif untuk semua pihak, bagi Pertamina dan keuangan negara tentu ada potensi dampak positif,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (17/10/2022).
“Kalau harga kompetitif, iklim investasinya semakin bagus. Kalau Pertamina mendekati pesaingnya, indikasi harga sudah mendekati harga wajar,” tukas Komaidi.
Menurut dia, situasi persaingan usaha yang semakin ketat itu bakal berdampak positif bagi realisasi investasi mendatang di sektor hilir minyak dan gas (migas). Hanya saja, Komaidi menekankan daya beli masyarakat harus tetap dijaga.
“Pertamina relatif normal untuk penambahan unit SPBU-nya tapi kalau pelaku lain seperti bp dan Vivo saya kira unitnya makin tambah banyak. Konsumen akan lebih banyak pilihan dan tahu sebenarnya di level berapa ketika harga tidak disubsidi," bebernya.
Lihat Juga :