Curah Hujan Tinggi di Malaysia dan Indonesia, Harga CPO Bisa Terkerek

Senin, 24 Oktober 2022 - 10:57 WIB
loading...
Curah Hujan Tinggi di...
Harga CPO bisa naik imbas curah hujan tinggi di Malaysia dan Indonesia. Ilustrasi Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Malaysia pada akhir pekan lalu ditutup menguat. Merujuk Bursa Malaysia Derivatives Berhad (BMD), kontrak CPO Januari 2023 naik 0,09% di level MYR4.100 per ton per Jumat (21/10). Sedangkan pada hari ini BMD libur untuk memperingati Festival Diwali.

Sejumlah pedagang memproyeksikan, curah hujan yang tinggi di negara-negara produsen CPO bakal mengerek harga di pasaran sebagai respons terhadap produksi yang rendah dan stok yang terbatas.

Secara historis, Indonesia dan Malaysia mengalami keterbatasan produksi CPO pada bulan November. Namun tahun ini, penurunan produksi diperkirakan akan lebih tajam karena La Nina diprediksi akan memicu hujan lebat di seluruh Asia Tenggara.

"Kami menghadapi hujan deras selama tiga hari terakhir, ada banjir kecil di sana-sini," kata Fabian Lim, manajer perkebunan sawit di negara bagian Sabah, penghasil minyak sawit terbesar di Malaysia, dikutip Senin (24/10/2022).

Baca juga: Pemerintah Terus Dorong Industri Sawit Berkelanjutan dari Hulu hingga Hilir

Banjir dan hujan lebat akan membuat para pekerja perkebunan sulit memanen tanaman mereka, serta menghambat proses pemindahan tandan buah segar atau TBS ke pabrik untuk diproses. "Ini mempengaruhi evakuasi tanaman saya," ucapnya.

Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkirakan ada penurunan stok minyak sawit mentah pada akhir Agustus menjadi 4,04 juta ton, dibandingkan 5,91 juta ton pada bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut terjadi karena harga CPO diperdagangkan lebih murah dibanding minyak nabati sejenis, seperti minyak kedelai dan biji bunga matahari.

Baca juga: Lampu Kuning Impor Kedelai

Keputusan Indonesia untuk menahan pungutan ekspor juga dipandang akan membatasi lonjakan harga CPO. Namun, permintaan yang kuat dari India pada periode festival Diwali diperkirakan akan mengatrol harganya kembali, terlebih bilamana pemerintah Indonesia menaikkan pajak ekspornya di kemudian hari.



"Harga bisa bergerak di atas USD1.100 per ton jika Indonesia memutuskan untuk mengembalikan pungutan ekspor. Itu sangat mungkin terjadi," tukas dealer perusahaan perdagangan global yang berbasis di Mumbai, India.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
Purbaya Bocorkan Perusahaan...
Purbaya Bocorkan Perusahaan Diduga Lakukan Underinvoicing CPO, Siapa Saja?
Sentralisasi Ekspor...
Sentralisasi Ekspor Sawit Disentil Guru Besar IPB: Lebih Utama Penguatan Tata Kelola
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Rekomendasi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Berita Terkini
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved