Memaksimalkan Peran Profesi Keuangan dalam Penguatan Ekonomi Digital Berkelanjutan

Senin, 24 Oktober 2022 - 14:20 WIB
loading...
Memaksimalkan Peran...
Untuk mendorong peran profesi keuangan dalam ekonomi digital, Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) turut menjadi bagian dalam gelaran Profesi Keuangan Expo 2022. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Laju pesat pertumbuhan teknologi digital memengaruhi berbagai sektor, tak terkecuali bidang keuangan . Para profesional keuangan pun kini dituntut harus mampu merespons dan berperan lebih maksimal dalam penguatan ekonomi digital berkelanjutan.

Untuk mendorong peran profesi keuangan dalam ekonomi digital, Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) turut menjadi bagian dalam gelaran Profesi Keuangan Expo 2022 bertajuk “Penguatan Ekonomi Digital dan Berkelanjutan: Bagaimana Profesi Keuangan Merespons dan Berperan”.

Baca Juga: Transaksi Keuangan Digital Dongkrak Ekonomi

Acara yang dihelat pada 10-14 Oktober 2022 secara hybrid itu bertempat di Aula Mezanine, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum IAPI Hendang Tanusdjaja beserta Ketua Asosiasi lainnya memberikan gambaran mengenai transformasi digital yang telah dilaksanakan oleh masing-masing profesi keuangan.

Selain itu, Hendang juga berbagi mengenai visi masa depan profesi akuntan publik seiring dengan derasnya arus ekonomi digital dan bagaimana kontribusinya terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

“Akuntan publik sebagai profesi independen yang mengemban tugas untuk bertindak dalam kepentingan publik, perlu adaptif dengan perkembangan teknologi informasi tersebut. Terobosan teknologi baru yang kita kenal saat ini seperti artificial intelligence, remote access, robotic process automation, nano technology, quantum computer, dan lain-lain tentu saja akan dimanfaatkan oleh akuntan publik dalam melaksanakan jasa profesional yang diberikan kepada klien,” ujar Hendang, Minggu (23/10).

Baca Juga: Tangkap Potensi Besar Keuangan Digital, Regulasi Pajak Harus Jelas

Hendang melanjutkan, IAPI sebagai full member International Federation of Accountants (IFAC) berkomitmen untuk menjaga kepercayaan publik dengan mengadopsi standar global yang diterbitkan oleh IFAC. Salah satu standar yang diterbitkan IFAC telah menjadi rujukan utama oleh berbagai yurisdiksi negara, termasuk di Indonesia.

“Standar tersebut juga telah disesuaikan secara kontinu terkait penggunaan dan pemanfaatan teknologi oleh akuntan publik dalam memberikan jasa profesionalnya,” tandasnya.

Profesi Keuangan Expo merupakan perhelatan rutin andalan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI).

“Tujuannya adalah untuk menyosialisasikan dan mendekatkan profesi keuangan binaan Kementerian Keuangan kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat umum,” tutur Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Firmansyah N. Nazarudin.

Gelaran acara seperti Profesi Keuangan Expo ini sangat penting untuk memantapkan kemampuan profesi keuangan. Plh. Sekretaris Jenderal Kemeterian Keuangan Andin Hadiyanto mengimbau profesi keuangan agar selalu mengikuti pendidikan berkelanjutan di dalam menjaga kapasitas dan kapabilitas profesional yang dimilikinya.

“Penyelenggaraan pendidikan berkelanjutan yang diinisiasi asosiasi profesi maupun pemangku kepentingan selayaknya tidak boleh dilewatkan sehingga profesi keuangan tidak kehilangan arah, khsususnya dalam ketentuan dan arah kebijakan yang diambil pemerintah,” ujar Andin.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengingatkan, kepada para profesional di bidang keuangan untuk tak henti membekali diri dengan ilmu dan pengetahuan yang terus berubah akibat perubahan di sektor keuangan itu sendiri, teknologi digital, ataupun berbagai tantangan baru seperti climate change.

“Tentunya perlu melakukan investasi di bidang ilmu pengetahuan, pembelajaran, dan terus meng-update ilmu maupun teknik yang dimiliki. Di masa yang akan datang, profesi keuangan akan memegang peranan yang makin penting dan strategis di dalam perekonomian kita,” tegas Sri Mulyani.

Sejalan dengan tema Profesi Keuangan Expo 2022, IAPI telah membentuk Task Force-Extended External Reporting (EER). Di mana pelaporan yang diperluas mencakup sustainable reporting dan berbagai pelaporan lainnya termasuk ESG reporting dan climate reporting.

Tim Task Force EER menerbitkan panduan tersebut berdasarkan Standar Perikatan Asurans 3000 (Revisi) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Profesi Akuntan Publik (DSPAP) yang merupakan adopsi dari International Standards on Assurance Engagement 3000 (Revised).

Dalam gelaran Profesi Keuangan Expo tersebut, IAPI juga mengisi webinar dengan mengusung tema “How the Public Accounting Profession is Responding and Playing Its Role in Strengthening Sustainable Digital Economy”.

Acara yang dibuka langsung oleh Ketua Umum IAPI Hendang Tanusdjaja dan dimoderatori oleh Ketua IAPI Michelle Bernardi ini menghadirkan narasumber-narasumber kompeten. Di antaranya adalah Ms. Danielle Davies (Fellows staff IAASB), Ms. Caroline Lee (Deputy Chair of IESBA), Mr. Chun Wee Chiew (Member of IAASB), Ketua IAPI Kusumaningsih Angkawidjaja, Djohan Pinnarwan, Sandra Pracipta, dan Steven Tanggara.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Bittime-Nobu Bank Kolaborasi,...
Bittime-Nobu Bank Kolaborasi, Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global
Raih Doktor Ekonomi...
Raih Doktor Ekonomi di Universitas Trisakti, Sabar L Tobing Tawarkan Gagasan Pajak Digital
Cerita Yosef, Siswa...
Cerita Yosef, Siswa NTT yang Merantau 6 Tahun Demi Lolos UTBK SNBT 2026 di IPB
Soal Perjanjian Transfer...
Soal Perjanjian Transfer Data RI-AS, Komisi I DPR Desak Pembentukan Lembaga PDP Independen
Rekomendasi
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved