Bangun Ekosistem Bisnis, Mitratel Optimistis Revenue dan Laba Meningkat

Senin, 24 Oktober 2022 - 20:39 WIB
loading...
Bangun Ekosistem Bisnis,...
Ekosistem bisnis bisa mendongkrak kinerja perusahaan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel akan fokus mengembangkan ekosistem bisnis, mulai dari bisnis pembangunan tower, fiber optic, penyediaan power supply dari tenaga panel surya, dan masuk ke area edge computing untuk mendukung layanan 5G .

Baca juga: Pesaing SpaceX, Lynk Uji Layanan Ponsel 5G dari Luar Angkasa

Langkah pengembangan bisnis tersebut dinilai akan meningkatkan revenue dan laba perusahaan dibandingkan jika hanya mengoperasikan dan membangun bisnis tower. Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengungkap, pihaknya saat ini mendapat dukungan Telkom Group, sehingga memiliki kemampuan lebih dibanding perusahaan sejenis.

“Hal ini merupakan kesempatan baik tahun 2023, dengan bisnis tower dan didukung fiber optic, edge computing, dan power to tower, margin yang didapat dari industri tower menjadi lebih menarik dibandingkan hanya tower saja,” ungkap Hendra, Senin (24/10/2022).

Dia menjelaskan dari sisi performa keuangan, revenue Mitratel tahun ini diharapkan meningkat sekitar 12%, dan EBITDA diharapkan mengalami peningkatan sekitar 15%. Mitratel secara organik menargetkan ekspansi 1.000 tower, dan sekitar 2.500 untuk kolokasi, di samping juga menggelar 9.000 km fiber optic untuk mendukung connectivity berkualitas dan berkapasitas tinggi.

Saat ini Mitratel memiliki beberapa keunggulan kompetitif. Pertama, dari sisi coverage Mitratel memiliki tower mencapai 35.000 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sekitar 58% berada di luar Jawa. Hal ini akan menambahkan daya tarik bagi operator seluler jika ingin melakukan ekspansi di luar Jawa.

“Mereka (operator selular) tidak perlu bangun tower lagi, cukup menempati (kolokasi) ke tower kami yang telah tersedia, karena kalau bangun tower makan waktu cukup lama. Itu kelebihan tower kita yang tersebar di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, sebagian besar menara Mitratel telah terkoneksi dengan menggunakan jaringan fiber optic. Solusi berikutnya, lanjut Hendra, Mitratel bekerja sama dengan Telkomsat untuk memberikan solusi connectivity menggunakan layanan satelit.

Menurutnya, dengan dukungan connectivity melalui satelit itu, pembangunan tower dapat dilakukan dimana pun termasuk di lokasi remote area, dengan kualitas cukup baik .

“Layanan 4G tetap dapat dinikmati, bisa menikmati untuk video conferencing, video streaming dan lain-lain, karena memiliki bandwith yang tinggi dan latency yang rendah,” katanya.

Hendra mengatakan kiprah perusahaan selama ini telah membuktikan visi dan misinya dalam menerapkan prinsip tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan (ESG). Dia menilai di bidang lingkungan, Mitratel memiliki lebih dari 600 tower off-grid yang menggunakan panel tenaga surya.

Baca juga: Berhasil Pulihkan Ekonomi, Erick Thohir Disebut Sosok Cawapres 2024 Berkualitas

Lebih jauh, perseroan juga tengah melakukan riset dan pengembangan untuk menggunakan solar panel sebagai sumber daya di lokasi on grid dengan model hybrid. Dengan dikembangkannya layanan tambahan, mengukuhkan Mitratel tidak hanya menjadi perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia tetapi juga merupakan perusahaan menara dengan layanan terlengkap di Indonesia.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pantau Jaringan Fiber...
Pantau Jaringan Fiber dan Baca Potensi Gangguan, Telkom Akses Punya Pusat Kendali
Kolaborasi Atasi Gangguan...
Kolaborasi Atasi Gangguan Blankspot, JIP Optimalkan Aset Pemprov DKI Jakarta
Perkuat Konektivitas,...
Perkuat Konektivitas, Centratama Rampungkan 2.500 Km Jalur Kabel Serat Optik di 13 Lokasi
Melanjutkan 10 Tahun...
Melanjutkan 10 Tahun Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi ke Era Prabowo-Gibran
Mitratel dan Baznas...
Mitratel dan Baznas Sinergi Salurkan Hewan Kurban hingga Pelosok Indonesia
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
Pusat Pembelajaran Terpadu...
Pusat Pembelajaran Terpadu Laboratorium TBIG Diresmikan
CEO Mitratel Theodorus...
CEO Mitratel Theodorus Ardi Hartoko Raih Top CEO Indonesia Award 2025
Menkomdigi Minta Operator...
Menkomdigi Minta Operator Segera Perbaiki BTS yang Putus Akibat Bencana di Sumut
Rekomendasi
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved