Cadangan Beras Pemerintah di Akhir Tahun Terancam Kurang dari 500.000 Ton
Selasa, 25 Oktober 2022 - 13:45 WIB
loading...
Pemerintah menargetkan stok cadangan beras hingga Desember 2022 berada di angka 1,2 juta ton. Arsip Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A
A
A
JAKARTA - Cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog terus menipis dalam tiga bulan terakhir. Dikhawatirkan pada Desember CBP akan berada di kisaran 500.000 ton saja. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dari target stok cadangan beras di angka 1,2 juta ton di akhir tahun.
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional atau NFA Rachmi Widiriani menerangkan, dalam selama tiga bulan terakhir, pada periode Agustus - Oktober 2022 cadangan beras di Bulog terus mengalami penurunan.
Dia menguraikan, pada bulan Agustus stock on hand perum Bulog di angka 938.000 ton, lalu September di 754.000 ton, dan pada Oktober 2022 stock-nya hanya berkisar Rp673.000 ton.
Padahal, pemerintah menargetkan stok cadangan beras hingga Desember 2022 berada di angka 1,2 juta ton. Menurut Rachmi, target tersebut pesimis dicapai jika tidak ada percepatan pengadaan.
"Yang paling bahaya kalau stok akhir Desember itu ditargetkan 1,2 juta tetapi dalam praktiknya pengadaan di dua bulan lebih sedikit ini tidak mencapai target, bisa jadi pada akhir tahun stok di Bulog di bawah 500.000 ton," bebernya dalam diskusi virtual bersama Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka), Selasa (25/10/2022).
Baca juga: Produksi Beras Nasional Diyakini Bisa Tembus 32 Juta Ton
Dia melanjutkan, pada musim seperti ini memang harga beras cenderung mengalami peningkatan. Bahkan, untuk beras medium saat ini harganya sudah jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang diserap Bulog.
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional atau NFA Rachmi Widiriani menerangkan, dalam selama tiga bulan terakhir, pada periode Agustus - Oktober 2022 cadangan beras di Bulog terus mengalami penurunan.
Dia menguraikan, pada bulan Agustus stock on hand perum Bulog di angka 938.000 ton, lalu September di 754.000 ton, dan pada Oktober 2022 stock-nya hanya berkisar Rp673.000 ton.
Padahal, pemerintah menargetkan stok cadangan beras hingga Desember 2022 berada di angka 1,2 juta ton. Menurut Rachmi, target tersebut pesimis dicapai jika tidak ada percepatan pengadaan.
"Yang paling bahaya kalau stok akhir Desember itu ditargetkan 1,2 juta tetapi dalam praktiknya pengadaan di dua bulan lebih sedikit ini tidak mencapai target, bisa jadi pada akhir tahun stok di Bulog di bawah 500.000 ton," bebernya dalam diskusi virtual bersama Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka), Selasa (25/10/2022).
Baca juga: Produksi Beras Nasional Diyakini Bisa Tembus 32 Juta Ton
Dia melanjutkan, pada musim seperti ini memang harga beras cenderung mengalami peningkatan. Bahkan, untuk beras medium saat ini harganya sudah jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang diserap Bulog.
Lihat Juga :