Produksi Beras Nasional Diyakini Bisa Tembus 32 Juta Ton

Kamis, 20 Oktober 2022 - 22:14 WIB
loading...
Produksi Beras Nasional Diyakini Bisa Tembus 32 Juta Ton
Perkiraan produksi beras nasional sebesar 32,07 juta ton pada 2022 diyakini bisa tercapai, ini alasannya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) pada 17 Oktober 2022 merilis data perkiraan produksi beras nasional sebesar 32,07 juta ton pada 2022. Jumlah tersebut bertambah 718,03 ribu ton atau naik 2,29% dari produksi 2021 sebesar 31,36 juta ton.

Kenaikan produksi itu disumbang oleh kenaikan luas panen. Luas panen pada tahun ini diperkirakan mencapai 10,61 juta hektare. Luasan tersebut mencakup periode Oktober-Desember 2022 yang masih berupa potensi.

Baca Juga: Penghargaan IRRI Bukti Produksi Beras Nasional Meningkat

Luasan itu bertambah 194,71 ribu hektare atau naik 1,87% dibandingkan luas panen padi di 2021 yang sebesar 10,41 juta hektare. Perkiraan produksi beras nasional sebesar 32,07 juta ton pada 2022 diyakini bakal tercapai.

Luas tanam di Indonesia yang kian bertambah dinilai menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan produksi. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ,M Yadi Sofyan Noor mengungkapkan, penambahan luas tanam karena dua hal. Selain optimalisasi lahan, juga persiapan musim tanam yang lebih matang dari 2021.

"Luas tanam bertambah bisa dua kali lipat. Adapun optimalisasi lahan meningkat, dari sebelumnya penanaman hanya dilakukan tiga kali setahun menjadi empat kali setahun," kata Yadi saat dihubungi, Rabu (19/10).

Dia menambahkan, persiapan musim tanam tahun ini juga lebih bagus ketimbang tahun lalu. "Tahun kemarin bebannya berat. Nah, tahun ini sudah agak longgar-longgar," ungkapnya.

Yadi Sofyan Noor meyakini, di sisa tiga bulan tahun ini produksi beras tidak akan terganggu signifikan. Meski ia mengakui cuaca ekstrem menyapa menjelang akhir tahun.

Baca Juga: BULOG Produksi Beras Fortivit untuk Atasi Stunting Indonesia

Dalam prakiraan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem terjadi pada tanggal 15 Oktober hingga 21 Oktober 2022. "Yang harus dijaga adalah menyiasati musim. Petani harus dapat beradaptasi dengan cuaca. Salah satu antisipasinya, pemberian pupuk dan pestisida jangan sampai terlambat," tutur Yadi.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1909 seconds (11.97#12.26)