Rupiah Ambles, Pasar Terus Awasi Perkembangan Belanja Negara
Selasa, 25 Oktober 2022 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Sementara dari sisi eksternal, Ibrahim menyebut safe-haven dolar AS menguat terhadap mata uang utama di tengah tanda-tanda kenaikan suku bunga Federal Reserve atau The Fed yang mengerem ekonomi terbesar dunia. Sementara, sentimen risiko meningkat karena Rishi Sunak bersiap untuk menjadi perdana menteri (PM) Inggris.
"Dolar melemah sebelumnya setelah rilis IMP Komposit Global S&P Oktober menunjukkan aktivitas bisnis AS berkontraksi untuk bulan keempat berturut-turut, sebuah indikasi bahwa pengetatan moneter agresif Fed memiliki dampak yang signifikan," tutur Ibrahim.
Lebih lanjut, untuk perdagangan besok, Rabu (26/10), Ibrahim memprediksi mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di kisaran Rp15.610 - 15.660 per dolar AS.
"Dolar melemah sebelumnya setelah rilis IMP Komposit Global S&P Oktober menunjukkan aktivitas bisnis AS berkontraksi untuk bulan keempat berturut-turut, sebuah indikasi bahwa pengetatan moneter agresif Fed memiliki dampak yang signifikan," tutur Ibrahim.
Lebih lanjut, untuk perdagangan besok, Rabu (26/10), Ibrahim memprediksi mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di kisaran Rp15.610 - 15.660 per dolar AS.
(ind)
Lihat Juga :