Industri Berat Eropa Mulai Menjerit Dihantam Krisis Energi
Rabu, 26 Oktober 2022 - 14:18 WIB
loading...
Produsen logam, bahan kimia dan gas menyampaikan, bahwa prospek di penghujung 2022 telah memburuk, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa lonjakan biaya energi dan bahan baku akan mengecilkan industri berat Eropa. Foto/Dok Reuters
A
A
A
PARIS - Produsen logam, bahan kimia dan gas menyampaikan, bahwa prospek di penghujung tahun 2022 ini telah memburuk, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa lonjakan biaya energi dan bahan baku akan mengecilkan industri berat Eropa .
Perusahaan gas industri Prancis, Air Liquide mengalami melambatnya permintaan dari beberapa pelanggan di Eropa. Sementara itu pembuat baja asal Swedia, SSAB mengatakan, bakal memangkas kapasitas pada kuartal keempat karena permintaan di Eropa menyusut. Kondisi tersebut sudah menggerussektor konstruksi hingga akhir September.
Baca Juga: Eropa Kewalahan Menampung Gelombang Kedatangan Kapal Tanker LNG
Selanjutnya produsen bahan kimia Jerman, Covestro menurunkan, proyeksi pendapatan di tahun 2022 untuk ketiga kalinya tahun ini, dimana mereka menyalahkan adanya lonjakan harga gas dan bahan baku.
Perusahaan yang memiliki produk utamanya termasuk di antaranya bahan kimia busa pada kasur, kursi mobil, dan insulasi untuk bangunan, mengutarakan hanya mampu mengimbangi sebagian dari kenaikan biaya melalui harga yang lebih tinggi.
Harga gas di Eropa telah mereda saat cuaca bulan Oktober yang luar biasa hangat dan proyeksi musim dingin yang ringan. Baca Juga: Indonesia Nikmati Berkah dari Krisis Gas di Eropa
Perusahaan gas industri Prancis, Air Liquide mengalami melambatnya permintaan dari beberapa pelanggan di Eropa. Sementara itu pembuat baja asal Swedia, SSAB mengatakan, bakal memangkas kapasitas pada kuartal keempat karena permintaan di Eropa menyusut. Kondisi tersebut sudah menggerussektor konstruksi hingga akhir September.
Baca Juga: Eropa Kewalahan Menampung Gelombang Kedatangan Kapal Tanker LNG
Selanjutnya produsen bahan kimia Jerman, Covestro menurunkan, proyeksi pendapatan di tahun 2022 untuk ketiga kalinya tahun ini, dimana mereka menyalahkan adanya lonjakan harga gas dan bahan baku.
Perusahaan yang memiliki produk utamanya termasuk di antaranya bahan kimia busa pada kasur, kursi mobil, dan insulasi untuk bangunan, mengutarakan hanya mampu mengimbangi sebagian dari kenaikan biaya melalui harga yang lebih tinggi.
Harga gas di Eropa telah mereda saat cuaca bulan Oktober yang luar biasa hangat dan proyeksi musim dingin yang ringan. Baca Juga: Indonesia Nikmati Berkah dari Krisis Gas di Eropa
Lihat Juga :