Harga CPO Malaysia Naik 3 Sesi Beruntun, Ini Pemicunya
Rabu, 26 Oktober 2022 - 15:32 WIB
loading...
Harga CPO di bursa berjangka Malaysia menguat. Ilustrasi Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di bursa Malaysia kembali menguat pada perdagangan hari ini.
Kenaikan yang terjadi dalam tiga sesi beruntun ini dipicu peningkatan harga minyak nabati sejenis dan laporan terbaru ekspor produk CPO Malaysia.
Data Bursa Malaysia Derivatives Berhad (BMD) hingga pukul 11:46 WIB menunjukkan harga CPO kontrak Januari 2023 tumbuh 2,25% di MYR4.220 per ton.
Minyak kedelai di Bursa Dalian China naik 0,95%, sedangkan kontrak minyak sawitnya tumbuh 1,44%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0,27%.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi di Malaysia dan Indonesia, Harga CPO Bisa Terkerek
Sebagai catatan, harga CPO dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.
Technical Analyst Reuters Wang Tao memprediksi harga CPO dapat menguji level support di MYR4.114 ringgit per ton. "Apabila tembus, ada peluang di kisaran 4.001-4.071 ringgit,” kata Wang Tao, dilansir Reuters, Rabu (26/10/2022).
Kenaikan yang terjadi dalam tiga sesi beruntun ini dipicu peningkatan harga minyak nabati sejenis dan laporan terbaru ekspor produk CPO Malaysia.
Data Bursa Malaysia Derivatives Berhad (BMD) hingga pukul 11:46 WIB menunjukkan harga CPO kontrak Januari 2023 tumbuh 2,25% di MYR4.220 per ton.
Minyak kedelai di Bursa Dalian China naik 0,95%, sedangkan kontrak minyak sawitnya tumbuh 1,44%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0,27%.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi di Malaysia dan Indonesia, Harga CPO Bisa Terkerek
Sebagai catatan, harga CPO dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.
Technical Analyst Reuters Wang Tao memprediksi harga CPO dapat menguji level support di MYR4.114 ringgit per ton. "Apabila tembus, ada peluang di kisaran 4.001-4.071 ringgit,” kata Wang Tao, dilansir Reuters, Rabu (26/10/2022).
Lihat Juga :