Menanti Daya Tarik Investasi
Selasa, 07 Juli 2020 - 06:03 WIB
loading...
A
A
A
Selain keseriusan pemerintah memburu perusahaan raksasa yang merelokasi pabrik dari China ke Indonesia, peran pemerintah daerah juga dinilainya sangat besar. Peran tersebut bisa dilakukan dengan menyesuaikan aturan yang dibuat pemerintah pusat dengan aturan pemerintah daerah dalam bentuk Perda.
“Ini salah satu birokrasi yang perlu dipangkas. Setidaknya aturan yang ada dalam Perda itu sinkron dengan aturan yang ada di pusat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, peran Balai latihan Kerja (BLK) juga harus diperkuat terutama yang ada di daerah. Selama ini, BLK dan pendidikan vokasi belum berjalan maksimal khususnya yang menyasar golongan yang siap kerja.
Masih Dipercaya Investor
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ikmal Lukman mengatakan, adanya relokasi pabrik dari China membuktikan bahwa Indonesia masih dipercaya investor. Dia optimistis kedepannya akan banyak investor asing lain yang akan merelokasi investasinya ke Tanah Air.
Untuk menampung relokasi perusahaan-perusahan dari luern negeri ke In donesia, pemerintah menyiapkan Kawasan Industri (KI) Wijayakusuma, Batang, Jawa Tengah. Sampai saat ini, BKPM mencatat total nilai investasi dari tujuh perusahaan relokasi tahap awal mencapai USD850 juta (sekitar Rp11,9 triliun) dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 30.000 orang. Selanjutnya, BKPM masih akan mengejar 17 perusahaan yang sudah berniat merelokasi.
Sebelumnya, BKPM mencatat realisasi investasi kuartal I/2020 sebesar Rp210,7 triliun, naik 8% dibanding periode yang sama 2019 sebesar Rp195,1 triliun. Kenaikan yang besar dialami dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang meningkat 29,3%. (Lihat videonya: Memperlai Pria Berikan Mahar Sendal Jepit dan Segelas Air Saat Ijab Kabul)
Nilai realisasi investasi periode Januari – Mret 2020 itu mencapai 23,8% dari target investasi tahun ini sebesar Rp886,1 triliun. Realisasi investasi periode tersebut juga lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2019 yang hanya Rp195,1 triliun.
Guna menarik investasi lebih cepat, BKPM juga membentuk satuan tugas (Satgas) untuk menjemput bola perusahaan-perusahaan yang akan melakukan relokasi investasi, agar tertarik masuk ke Indonesia. Satgas tersebut dipimin langsung oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dengan menetapkan tiga tugas khusus yakni; mendeteksi perusahaan-perusahaan yang akan relokasi, mengecek kemudahan-kemudahan yang diberikan negara-negara lain, dan memberi kewenangan kepada pihak yang ditunjuk untuk membuat keputusan dalam bernegosiasi. (Oktiani Endarwati/Ichsan Amin/Andika H/Dita Angga)
“Ini salah satu birokrasi yang perlu dipangkas. Setidaknya aturan yang ada dalam Perda itu sinkron dengan aturan yang ada di pusat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, peran Balai latihan Kerja (BLK) juga harus diperkuat terutama yang ada di daerah. Selama ini, BLK dan pendidikan vokasi belum berjalan maksimal khususnya yang menyasar golongan yang siap kerja.
Masih Dipercaya Investor
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ikmal Lukman mengatakan, adanya relokasi pabrik dari China membuktikan bahwa Indonesia masih dipercaya investor. Dia optimistis kedepannya akan banyak investor asing lain yang akan merelokasi investasinya ke Tanah Air.
Untuk menampung relokasi perusahaan-perusahan dari luern negeri ke In donesia, pemerintah menyiapkan Kawasan Industri (KI) Wijayakusuma, Batang, Jawa Tengah. Sampai saat ini, BKPM mencatat total nilai investasi dari tujuh perusahaan relokasi tahap awal mencapai USD850 juta (sekitar Rp11,9 triliun) dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 30.000 orang. Selanjutnya, BKPM masih akan mengejar 17 perusahaan yang sudah berniat merelokasi.
Sebelumnya, BKPM mencatat realisasi investasi kuartal I/2020 sebesar Rp210,7 triliun, naik 8% dibanding periode yang sama 2019 sebesar Rp195,1 triliun. Kenaikan yang besar dialami dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang meningkat 29,3%. (Lihat videonya: Memperlai Pria Berikan Mahar Sendal Jepit dan Segelas Air Saat Ijab Kabul)
Nilai realisasi investasi periode Januari – Mret 2020 itu mencapai 23,8% dari target investasi tahun ini sebesar Rp886,1 triliun. Realisasi investasi periode tersebut juga lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2019 yang hanya Rp195,1 triliun.
Guna menarik investasi lebih cepat, BKPM juga membentuk satuan tugas (Satgas) untuk menjemput bola perusahaan-perusahaan yang akan melakukan relokasi investasi, agar tertarik masuk ke Indonesia. Satgas tersebut dipimin langsung oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dengan menetapkan tiga tugas khusus yakni; mendeteksi perusahaan-perusahaan yang akan relokasi, mengecek kemudahan-kemudahan yang diberikan negara-negara lain, dan memberi kewenangan kepada pihak yang ditunjuk untuk membuat keputusan dalam bernegosiasi. (Oktiani Endarwati/Ichsan Amin/Andika H/Dita Angga)
(ysw)
Lihat Juga :