Buka Gerai di Luar Negeri, Mendag Minta Pelaku Ritel Modern Serap Produk UMKM

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 20:45 WIB
loading...
Buka Gerai di Luar Negeri,...
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan di acara Kemitraan Pemasaran UMKM dengan Ritel Modern dan Marketplace. di Malang, Jatim. FOTO/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta para pelaku usaha ritel modern untuk menyerap produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jika membuka gerai di luar negeri. Mengingat UMKM di Indonesia ini menjadi salah satu penyumbang produk domestik bruto (PDB) di tengah gejolak perekonomian pasca Covid-19.

"Saya minta (ritel Indonesia) mulai ke luar negeri, namanya ritel modern ke luar negeri, nanti UMKM bisa menitipkan produk mereka," kata Zulkifli, di Kota Malang, pada Jumat sore (28/10/2022) di acara Kemitraan Pemasaran UMKM dengan Ritel Modern dan Marketplace.

Baca Juga: Cek Pangan di Malang, Mendag Zulkifli: Harganya Terlalu Murah!

Pasar Asia Selatan disebut Zulkifli menjadi hal potensial dan besar, mengingat secara jumlah penduduk di Asia Selatan cukup besar. Hampir satu setengah miliar penduduk ada di India dan Pakistan, jika ini ditangkap potensinya oleh pelaku ritel Indonesia dan mengajak UMKM, menjadi sinergi yang bagus.

"Ada India, ada Pakistan, sudah mulai ada uangnya, banyak punya duit, bisa masuk ke sana itu penduduknya manusianya satu setengah miliar, kan kalau ritel modern di sana jual salak saja, satu orang beli satu saja, kalau satu setengah miliar bayangin berapa," jelasnya.

Zulkifli mencontohkan ada satu perusahaan ritel dari Indonesia yang membuat gerai di Filipina. Di sana lebih memiliki 1.000 gerai, dan menampung produk UMKM asal Indonesia juga.

"Kita mengharapkan ritel modern itu menampung hasil UMKM. Produk bisa dari sejumlah wilayah seperti dari Kota Malang. Itu disuplai dari UMKM, jadi sama-sama menguntungkan. UMKM bisa berkembang, ritel modern juga bisa mendapatkan manfaat besar," ungkap dia.

Ia menambahkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah melakukan pembahasan terkait rencana tersebut kepada para pelaku ritel modern di Indonesia. Ia juga meminta para pelaku ritel modern untuk membantu pengembangan UMKM yang ada.

"Ini sudah saya bicarakan dengan pemilik ritel modern, dan mereka setuju. Kita sedang merumuskan Permendag agar ritel modern membina, membantu dan menyuplai juga warung UMKM yang ada," terang dia.

UMKM yang ada di pelosok wilayah Indonesia, lanjutnya, diharapkan juga mendapatkan sentuhan dari pelaku ritel modern seperti pembinaan dan termasuk pasokan logistik kepada para pelaku UMKM tersebut.

"Saya minta ke ritel modern, logistik harus suplai UMKM di kampung dan dusun yang dekat dengan mereka. UMKM sekarang bergandengan tangan dengan market place, dengan platform digital. Kemudian juga menggandeng ritel modern," ujarnya.

Baca Juga: Mendag Zulhas Sebut Cadangan Beras Pemerintah Menipis

Kementerian Perdagangan juga menargetkan 1.000.000 pedagang UMKM untuk bisa masuk pada sektor digital pada periode 2022-2024. Target tersebut untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang maju dan inklusif.

UMKM Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mengakselerasi transformasi digital sektor perdagangan dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital, mengingat di Indonesia ada lebih dari 64 juta pelaku UMKM.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
COURTS Perluas Jaringan...
COURTS Perluas Jaringan Ritel dengan Buka Gerai di Bintaro
Buruan ke Alfamidi,...
Buruan ke Alfamidi, Nikmati Kejutan Belanja Geledek Berhadiah Logam Mulia 25 Gram
BI: Penjualan Ritel...
BI: Penjualan Ritel Maret 2025 Naik Ditopang Efek Lebaran
Jakarta Premium Outlets...
Jakarta Premium Outlets Dibuka, Incar Pasar Ritel Mewah
K3Mart Raih Penghargaan...
K3Mart Raih Penghargaan Best Leading Retail Innovation of the Year
Mendag Zulhas Soal Ekspor...
Mendag Zulhas Soal Ekspor Pasir Laut: Kok Nanya Saya? Itu Kebijakan Pemerintah
Super Indo Ajak Masyarakat...
Super Indo Ajak Masyarakat Rayakan 28 Tahun Perjalanan Lewat Festival Superindoversary
HP Inc Apresiasi Berkembangnya...
HP Inc Apresiasi Berkembangnya Mitra Ritel HP di Pasar Indonesia
Kolaborasikan AI dan...
Kolaborasikan AI dan Kenyamanan, Orpin Smart Home Dibuka di Grand Metropolitan Bekasi
Rekomendasi
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved