Sampoerna Dukung UMKM Indonesia Berperan dalam Rantai Pasok Global dengan Digitalisasi
Senin, 31 Oktober 2022 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan adanya inisiatif dan kolaborasi antara pemangku kepentingan, diharapkan mampu mengagregasi UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem. Saya berharap hal-hal yang didiskusikan dalam panel hari ini dapat melahirkan sebuah inovasi strategi, meningkatkan kapasitas, dan meningkatkan daya saing UMKM agar lebih siap untuk masuk ke rantai pasok global. Saya mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi bersama dalam upaya percepatan transformasi digital UMKM guna mendukung pemulihan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing bagi Indonesia,” ucap Teten.
Shinta Kamdani, Ketua B20 Indonesia, menyampaikan mengenai betapa berharganya momentum Presidensi G20 dan B20 Indonesia untuk mendorong inklusivitas keuangan melalui penguatan upaya transformasi digital UMKM. “Kami sungguh-sungguh secara komplit dan mendukung aksi nyata untuk mewujudkan hal-hal yang kami kami rekomendasikan kepada para pemimpin G20. Dalam konteks penciptaan dukungan terhadap UMKM, B20 Indonesia memperkenalkan dan mempromosikan model kerja sama pemberdayaan UMKM dalam rantai pasok yang bersifat multi-stakeholder, holistik, dan berkelanjutan yang tadi saya sebut dengan Inclusive Closed Loop System,” ujar Shinta.
Sementara itu, Direktur Urusan Eksternal Sampoerna, Elvira Lianita, menyatakan pentingnya pendekatan multi-pihak dalam upaya digitalisasi UMKM. “Kami mendukung program KADIN B20 Indonesia, yaitu Inclusive Closed Loop model, untuk menjadikan sektor UMKM sebagai fokus utama dalam menggerakkan ekonomi. Kami percaya inisiasi KADIN B20 dapat menjadi salah satu legacy untuk mendorong kolaborasi multipihak ke depannya agar UMKM Indonesia dapat semakin maju dan berperan dalam rantai pasok global. Melalui kolaborasi antara pelaku usaha besar (korporasi), pemerintah, swasta, dan dengan dukungan teknologi, akan semakin banyak UMKM Indonesia go global,” ucapnya dalam kata sambutan.
Pada kesempatan diskusi panel, ragam pakar dan tokoh berdialog mengenai pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global melalui digitalisasi. Panelis terdiri dari Deputi IV Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin; Deputi Bidang Kewirausahaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah; Direktorat Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Perdagangan dan Jasa, Kementerian Perdagangan, Kukuh Sri Harjanto mewakili Wamendag; Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Kewirausahaan, Aldi Haryopratomo; serta Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat.
Sampoerna Untuk UMKM Indonesia
Falsafah Tiga Tangan Sampoerna merupakan fondasi dari komitmen Sampoerna kepada pengembangan UMKM Indonesia. Upaya berkelanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi Indonesia tersebut dijalankan melalui program “Sampoerna Untuk Indonesia”. Rekam jejak Sampoerna untuk terus menciptakan nilai tambah bagi UMKM Indonesia secara konsisten terwujud melalui dua program, yakni Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC).
Shinta Kamdani, Ketua B20 Indonesia, menyampaikan mengenai betapa berharganya momentum Presidensi G20 dan B20 Indonesia untuk mendorong inklusivitas keuangan melalui penguatan upaya transformasi digital UMKM. “Kami sungguh-sungguh secara komplit dan mendukung aksi nyata untuk mewujudkan hal-hal yang kami kami rekomendasikan kepada para pemimpin G20. Dalam konteks penciptaan dukungan terhadap UMKM, B20 Indonesia memperkenalkan dan mempromosikan model kerja sama pemberdayaan UMKM dalam rantai pasok yang bersifat multi-stakeholder, holistik, dan berkelanjutan yang tadi saya sebut dengan Inclusive Closed Loop System,” ujar Shinta.
Sementara itu, Direktur Urusan Eksternal Sampoerna, Elvira Lianita, menyatakan pentingnya pendekatan multi-pihak dalam upaya digitalisasi UMKM. “Kami mendukung program KADIN B20 Indonesia, yaitu Inclusive Closed Loop model, untuk menjadikan sektor UMKM sebagai fokus utama dalam menggerakkan ekonomi. Kami percaya inisiasi KADIN B20 dapat menjadi salah satu legacy untuk mendorong kolaborasi multipihak ke depannya agar UMKM Indonesia dapat semakin maju dan berperan dalam rantai pasok global. Melalui kolaborasi antara pelaku usaha besar (korporasi), pemerintah, swasta, dan dengan dukungan teknologi, akan semakin banyak UMKM Indonesia go global,” ucapnya dalam kata sambutan.
Pada kesempatan diskusi panel, ragam pakar dan tokoh berdialog mengenai pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global melalui digitalisasi. Panelis terdiri dari Deputi IV Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin; Deputi Bidang Kewirausahaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah; Direktorat Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Perdagangan dan Jasa, Kementerian Perdagangan, Kukuh Sri Harjanto mewakili Wamendag; Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Kewirausahaan, Aldi Haryopratomo; serta Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat.
Sampoerna Untuk UMKM Indonesia
Falsafah Tiga Tangan Sampoerna merupakan fondasi dari komitmen Sampoerna kepada pengembangan UMKM Indonesia. Upaya berkelanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi Indonesia tersebut dijalankan melalui program “Sampoerna Untuk Indonesia”. Rekam jejak Sampoerna untuk terus menciptakan nilai tambah bagi UMKM Indonesia secara konsisten terwujud melalui dua program, yakni Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC).
Lihat Juga :