Sampoerna Dukung UMKM Indonesia Berperan dalam Rantai Pasok Global dengan Digitalisasi
Senin, 31 Oktober 2022 - 17:38 WIB
loading...
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan sambutan dalam webinar kolaborasi Business 20 (B20) Indonesia, KADIN, dan Bisnis Indonesia, PT HM Sampoerna Tbk bertajuk Digitalisasi UMKM Tempatkan UMKM Indonesia, Jumat (28/10).
A
A
A
JAKARTA - Melalui kolaborasi dengan Business 20 (B20) Indonesia, KADIN, dan Bisnis Indonesia, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menyelenggarakan webinar bertajuk “Digitalisasi UMKM Tempatkan UMKM Indonesia di Rantai Pasok Global” pada Jumat (28/10). Pada webinar ini, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saling berbagi ilmu dan pengalaman. Mereka juga mendengarkan paparan terkait pentingnya digitalisasi UMKM di Indonesia di rantai pasok global.
Gelaran tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian pelatihan digitalisasi bagi pelaku usaha bertajuk “UMKM Untuk Indonesia (Usaha Maju Kian Makmur Untuk Indonesia)” yang telah dilakukan Sampoerna sejak Agustus hingga September 2022. Rangkaian ini diikuti oleh lebih dari 9.000 pelaku UMKM. Keseluruhan rangkaian pelatihan bertajuk UMKM Untuk Indonesia diharapkan menjadi salah satu bukti nyata atas komitmen anggota B20 yang tertuang dalam Inclusive Closed Loop Pledge B20.
Dalam keynote speech yang disampaikan pada acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan UMKM Indonesia merupakan penggerak perekonomian Indonesia. “Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa 87% pelaku UMKM terdampak oleh pandemi dan 93% di antaranya terdampak negatif dari sisi penjualan. Selain itu, data Kementerian Koperasi dan UMKM menyebutkan bahwa sektor UMKM telah memberikan kontribusi sebesar 61% terhadap PDB atau setara dengan Rp 8.573 triliun dan menyerap tenaga kerja sebesar 97% dari penyerapan tenaga kerja nasional. Pemerintah akan terus memberikan pelatihan kepada sektor UMKM. Pengembangan UMKM merupakan prasyarat utama dalam mendorong perekonomian Indonesia,” ujar Airlangga.
Dalam aspek digitalisasi, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, juga menegaskan bahwa UMKM Indonesia perlu melakukan transformasi digital agar dapat berperan pada tingkat global untuk menghadapi disrupsi ekonomi.
Kementerian Koperasi dan UKM sendiri telah mendata 20.5 juta pelaku UMKM yang telah melakukan on-boarding digital dan akan mempercepat proses tersebut agar target 30 juta UMKM terhubung secara digital dapat tercapai. Hal ini berangkat dari pelajaran bahwa selama pandemi COVID-19, UMKM yang telah melalui proses transformasi digital memiliki resiliensi lebih tinggi dan pertumbuhan bisnis yang lebih baik seiring dengan potensi ekonomi digital yang diprediksi terus tumbuh mencapai Rp 4.531 triliun.
Gelaran tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian pelatihan digitalisasi bagi pelaku usaha bertajuk “UMKM Untuk Indonesia (Usaha Maju Kian Makmur Untuk Indonesia)” yang telah dilakukan Sampoerna sejak Agustus hingga September 2022. Rangkaian ini diikuti oleh lebih dari 9.000 pelaku UMKM. Keseluruhan rangkaian pelatihan bertajuk UMKM Untuk Indonesia diharapkan menjadi salah satu bukti nyata atas komitmen anggota B20 yang tertuang dalam Inclusive Closed Loop Pledge B20.
Dalam keynote speech yang disampaikan pada acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan UMKM Indonesia merupakan penggerak perekonomian Indonesia. “Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa 87% pelaku UMKM terdampak oleh pandemi dan 93% di antaranya terdampak negatif dari sisi penjualan. Selain itu, data Kementerian Koperasi dan UMKM menyebutkan bahwa sektor UMKM telah memberikan kontribusi sebesar 61% terhadap PDB atau setara dengan Rp 8.573 triliun dan menyerap tenaga kerja sebesar 97% dari penyerapan tenaga kerja nasional. Pemerintah akan terus memberikan pelatihan kepada sektor UMKM. Pengembangan UMKM merupakan prasyarat utama dalam mendorong perekonomian Indonesia,” ujar Airlangga.
Dalam aspek digitalisasi, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, juga menegaskan bahwa UMKM Indonesia perlu melakukan transformasi digital agar dapat berperan pada tingkat global untuk menghadapi disrupsi ekonomi.
Kementerian Koperasi dan UKM sendiri telah mendata 20.5 juta pelaku UMKM yang telah melakukan on-boarding digital dan akan mempercepat proses tersebut agar target 30 juta UMKM terhubung secara digital dapat tercapai. Hal ini berangkat dari pelajaran bahwa selama pandemi COVID-19, UMKM yang telah melalui proses transformasi digital memiliki resiliensi lebih tinggi dan pertumbuhan bisnis yang lebih baik seiring dengan potensi ekonomi digital yang diprediksi terus tumbuh mencapai Rp 4.531 triliun.
Lihat Juga :