Menaker: SKKNI Diharapkan Dongkrak Daya Saing Perfilman Indonesia
Selasa, 07 Juli 2020 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Keberadaan SKKNI ini juga diharapkan bisa mendorong nilai kompetitif dari pekerja seni di bidang perfilman, dan bisa mendorong kerjasama perfilman dengan negara-negara lain. "Ini adalah salah satu cara kita membangun SDM kompetitif. Dengan kompetensi yang sesuai standar, perfilman kita bisa memiliki daya saing yang luar biasa," pungkasnya.
Sebelumnya, penyusunan SKKNI perfilman diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hingga saat ini, sudah resmi terbentuk 14 SKKNI bidang perfilman oleh Kemenaker.
"SKKNI Bidang Film pertama kali diinisiasi oleh Kemendikbud dan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 273 Tahun 2011 tentang Penetapan SKKNI Bidang Sensor Film," jelas Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Bambang Satrio Lelono.
Ia menyampaikan, penyusunan SKKNI melibatkan para pemangku kepentingan, diantaranya, Pusat Pengembangan Perfilman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, UPT Kebudayaan, Lembaga Sertifikasi Profesi, Asosiasi Perfilman (pelaku seni dan film), akademisi, praktisi film, dan SMA/SMK.
Sebelumnya, penyusunan SKKNI perfilman diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hingga saat ini, sudah resmi terbentuk 14 SKKNI bidang perfilman oleh Kemenaker.
"SKKNI Bidang Film pertama kali diinisiasi oleh Kemendikbud dan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 273 Tahun 2011 tentang Penetapan SKKNI Bidang Sensor Film," jelas Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Bambang Satrio Lelono.
Ia menyampaikan, penyusunan SKKNI melibatkan para pemangku kepentingan, diantaranya, Pusat Pengembangan Perfilman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, UPT Kebudayaan, Lembaga Sertifikasi Profesi, Asosiasi Perfilman (pelaku seni dan film), akademisi, praktisi film, dan SMA/SMK.
(akr)
Lihat Juga :