Indonesia dan China Berdebat Panas Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Perkaranya
Rabu, 02 November 2022 - 13:35 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Tegal Luar, Bandung. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri BUMN I, Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko mengungkapkan, konsorsium China menolak perhitungan cost overrun proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang disodorkan pihak PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).
Penolakan itu karena China tidak mengakui biaya dari PT PLN (Persero), PT Telkom Indonesia Tbk, hingga pajak. PSBI dan konsorsium China Railway International Co. Ltd akhirnya sempat berdebat sengit lantaran nilai pembengkakan anggaran KCJB.
Baca Juga: Tinjau Kereta Cepat, Jokowi: Juni 2023 Kita Operasionalkan
Adapun pembengkakan anggaran sementara KCJB mencapai USD1,176 miliar atau setara Rp16,8 triliun. Karena tidak mengakui, lanjut Tiko, China meminta agar nilai cost overrun KCJB lebih kecil dari perhitungan PSBI.
"China sebenarnya minta angka ini (cost overrun) turun. Mereka enggak akui biaya PLN, pajak, dan Telkom. Kita berdebat juga di situ, mereka maunya lebih rendah," ungkap Wamen BUMN , Tiko saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (2/11/2022).
Penolakan itu karena China tidak mengakui biaya dari PT PLN (Persero), PT Telkom Indonesia Tbk, hingga pajak. PSBI dan konsorsium China Railway International Co. Ltd akhirnya sempat berdebat sengit lantaran nilai pembengkakan anggaran KCJB.
Baca Juga: Tinjau Kereta Cepat, Jokowi: Juni 2023 Kita Operasionalkan
Adapun pembengkakan anggaran sementara KCJB mencapai USD1,176 miliar atau setara Rp16,8 triliun. Karena tidak mengakui, lanjut Tiko, China meminta agar nilai cost overrun KCJB lebih kecil dari perhitungan PSBI.
"China sebenarnya minta angka ini (cost overrun) turun. Mereka enggak akui biaya PLN, pajak, dan Telkom. Kita berdebat juga di situ, mereka maunya lebih rendah," ungkap Wamen BUMN , Tiko saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (2/11/2022).
Lihat Juga :