Sinergi Mendorong IKM Sektor Otomotif Naik Kelas

Rabu, 02 November 2022 - 22:12 WIB
loading...
Sinergi Mendorong IKM...
Kemenperin terus bersinergi dengan sejumlah pihak mendorong IKM terus berkembang. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin ) bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan PT Astra Internasional mendorong industri kecil dan menengah ( IKM ) bisa masuk rantai pasok komponen otomotif.

Baca juga: Menperin Yakin Target Produksi 2 Juta Motor Listrik Tercapai Sebelum 2024

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Link and Match IKM Komponen Otomotif dengan Supplier APM, mengatakan acara temu bisnis (business matching) diharapkan bisa mengobarkan semangat kolaborasi dan sinergi untuk memacu peran IKM bisa masuk industri otomotif.

"Kolaborasi antara Kemenperin, Kadin dan Astra bisa menghasilkan transaksi untuk IKM sebesar Rp100 miliar. Tentu ini adalah achievement (capaian) serta optimisme," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, di Gedung Kementerian Perindustrian, dikutip Rabu (2/11/2022).

Menperin menilai, dengan menciptakan pasar domestik dari industri otomotif dalam negeri, IKM di sektor tersebut akan mampu tumbuh secara berkelanjutan. Menurutnya, business matching penting karena banyak industri besar yang belum mengetahui kekuatan dari industri kecil.

"Masih belum mengetahui bahwa bagian suplainya bisa didapatkan di Indonesia," katanya.

Ketua Komite Tetap IKMA Kadin Indonesia, Iskandarsyah Rama Datau, mengatakan salah satu tugas Kadin yaitu memfasilitasi penciptaan sinergisitas antarpengusaha serta menyelenggarakan promosi di alam dan luar negeri, terutama terkait IKM.

"Dalam pengembangan IKM, ada tiga hal yang dibutuhkan mereka untuk berkembang dan naik kelas. Pertama, penyediaan akses pasar domestik maupun ekspor yang kontinyu bagi IKM," ujarnya.

Menurut Rama, hasil survei Asian Development Bank (ADB) pada 2020 terkait dampak Covid-19 terhadap IKM menunjukkan, 30,5% permintaan domestik IKM turun, 14,1% pembatalan kontrak dengan IKM, dan 13,1% mengalami hambatan pengiriman. "Karenanya, IKM tentu membutuhkan bantuan akses pasar dalam rantai pasok," jelasnya.

Kedua, lanjut Rama, IKM membutuhkan peningkatan kompetensi manufaktur agar menjadi mandiri dan profesional. Pasalnya, saat ini kompetensi IKM cukup memprihatinkan dan perlu dikembangkan.

"Mayoritas tingkat pendidikan owner atau pemilik IKM di Indonesia belum tinggi. Mayoritas pendidikan mereka hanya sekolah menengah atas atau SMA. Solusinya, sharing knowledge atau pelatihan oleh pelaku industri sangat dibutuhkan," jelasnya.

Ketiga, IKM membutuhkan peningkatan pendanaan atau cash flow melalui pengaturan skema pembayaran atau term of payment (ToP). "Standar TOP sampai dengan 45 hari terlalu lama bagi IKM. Padahal IKM membutuhkan TOP lebih cepat dengan standar dan aktual yang sesuai kebutuhan mereka," pungkasnya.

Direktur Jenderal IKM dan Aneka Kemenperin Reni Yanita menambahkan, kegiatan temu bisnis yang rutin digelar sejak 2017 lalu itu mempertemukan sekitar 40 IKM komponen otomotif dengan 20 Tier APM dan lembaga pembiayaan. Melalui kegiatan temu bisnis, IKM diharapkan dapat intensif berkonsultasi dengan pemasok APM dan industri besar yang menjadi sasaran mitra IKM.

Baca juga: Wakili Presiden Jokowi Terima Anugerah Perdamaian dari ADFP, Wapres: Kehormatan bagi Indonesia

"Display produk pada booth supplier APM diharapkan dapat membantu IKM untuk melihat secara langsung produk-produk yang berpotensi untuk disuplai oleh IKM," kata Reni.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Rekomendasi
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved