Pulang Kampung, Agrowisata Bali Ndeso Bisa Jadi Solusi Pensiun Dini
Jum'at, 04 November 2022 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara passive income yang ketiga adalah properti yang disewakan, contohnya seperti kost-kostan, penginapan, kontrakan dan lain sebagainya. Meskipun begitu, semua passive income yang memiliki banyak jenis tersebut perlu untuk terus dikembangkan agar perencanaan keuangan tetap berjalan dan menghasilkan.
Di sini, salah satu passive income yang cukup menjanjikan adalah investasi tanah. Hal tersebut dikarenakan harga tanah di Indonesia terus mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Berinvestasi di tanah yang bersertifikat dapat dikatakan selalu mendapatkan keuntungan dan tidak pernah rugi. Terlebih lagi jika dijalankan usaha diatasnya.
Selain mendapatkan double income dan capital gain, mereka nantinya juga akan memperoleh hasil dari usaha yang dijalankan tanpa depresiasi. Apabila dibandingkan dengan pertumbuhan investasi emas yang kurang lebih hanya 7% per tahun, konsep investasi ini dapat memproyeksikan keuntungan yang lebih besar.
Beberapa keuntungan lainnya yang juga bisa diperoleh oleh mereka yang berinvestasi di tanah kavling, yakni lokasi yang strategis, dapat dikembangkan menjadi sebuah bisnis, infrastruktur yang memadai dan lain sebagainya. Investasi dengan kepemilikan tanah kavling cocok untuk dijadikan tabungan disaat masa tua dan bagi para pensiunan yang sudah tidak bekerja.
Hal ini dikarenakan investasi dengan konsep tanah kavling dengan modal terbatas tidak memerlukan biaya perawatan yang tinggi, tidak mengalami depresiasi dan juga tidak menyita banyak waktu. Selain itu, harga tanah juga akan terus mengalami kenaikan hingga 20% per tahunnya tanpa harus mencari cara agar harga tanah kavling dapat semakin mahal.
Baca Juga: Kementan Buka Wisata Petik Buah di Lahan Sekolah
Di sini, salah satu passive income yang cukup menjanjikan adalah investasi tanah. Hal tersebut dikarenakan harga tanah di Indonesia terus mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Berinvestasi di tanah yang bersertifikat dapat dikatakan selalu mendapatkan keuntungan dan tidak pernah rugi. Terlebih lagi jika dijalankan usaha diatasnya.
Selain mendapatkan double income dan capital gain, mereka nantinya juga akan memperoleh hasil dari usaha yang dijalankan tanpa depresiasi. Apabila dibandingkan dengan pertumbuhan investasi emas yang kurang lebih hanya 7% per tahun, konsep investasi ini dapat memproyeksikan keuntungan yang lebih besar.
Beberapa keuntungan lainnya yang juga bisa diperoleh oleh mereka yang berinvestasi di tanah kavling, yakni lokasi yang strategis, dapat dikembangkan menjadi sebuah bisnis, infrastruktur yang memadai dan lain sebagainya. Investasi dengan kepemilikan tanah kavling cocok untuk dijadikan tabungan disaat masa tua dan bagi para pensiunan yang sudah tidak bekerja.
Hal ini dikarenakan investasi dengan konsep tanah kavling dengan modal terbatas tidak memerlukan biaya perawatan yang tinggi, tidak mengalami depresiasi dan juga tidak menyita banyak waktu. Selain itu, harga tanah juga akan terus mengalami kenaikan hingga 20% per tahunnya tanpa harus mencari cara agar harga tanah kavling dapat semakin mahal.
Baca Juga: Kementan Buka Wisata Petik Buah di Lahan Sekolah
Lihat Juga :