Wall Street Ditutup Melejit 1 Persen Lebih, Pasar Optimistis The Fed Tak Lagi Agresif

Sabtu, 05 November 2022 - 08:11 WIB
loading...
Wall Street Ditutup Melejit 1 Persen Lebih, Pasar Optimistis The Fed Tak Lagi Agresif
Tiga indeks Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (5/11) waktu setempat. Indeks bangkit dari penurunan empat sesi beruntun setelah pasar mencermati laporan data pekerjaan Amerika Serikat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Tiga indeks Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (5/11) waktu setempat. Indeks bangkit dari penurunan empat sesi beruntun setelah pasar mencermati laporan data pekerjaan Amerika Serikat dan peluang pelonggaran kebijakan Federal Reserve alias The Fed terkait laju kenaikan suku bunga .

Dow Jones Industrial Average naik 401,97 poin atau 1,26% menjadi 32.403,22, sedangkan S&P 500 naik 50,66 poin atau 1,36% menjadi 3.770,55 dan Nasdaq Composite tumbuh 132,31 poin atau 1,28% menjadi 10.475,25.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat Usai Rilis Data Pengangguran di Amerika

S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik sebanyak 2% pada awal perdagangan, sementara Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 1,9% menyusul laporan pasar tenaga kerja yang cukup bergerak.

Departemen Tenaga Kerja AS mencatat ada peningkatan pengangguran sebesar 3,7% pada bulan Oktober. Kabar ini membawa sinyal kelonggaran ekonomi AS di pasar kerja, yang berpotensi membuat bank sentral AS/Federal Reserve dapat sedikit mengerem laju kenaikan suku bunganya.

Data juga mencatat terdapat peningkatan pekerjaan (di luar sektor pertanian) sebesar 261.000 pekerjaan pada periode Oktober, yang lebih tinggi dari ekpektasi pasar sebesar 195.000.

"Intinya di sini adalah bahwa pasar tenaga kerja melemah, tetapi belum mencapai titik di mana The Fed dapat menghentikan pengetatan," tulis Ekonom Pantheon Macroeconomis, Ian Shepherdson dalam sebuah catatan, dilansir Yahoo News, Sabtu (5/11/2022).

Sementara itu, penghasilan per jam rata-rata di AS naik 0,4% selama sebulan, lebih tinggi dari pembacaan sebelumnya dan ekspektasi Wall Street. Sedangkan pada basis tahunan, nilai upah bertahan pada 4,7%, alias setara dengan perkiraan.

Selanjutnya tingkat pemutusan hubungan kerja tampak meningkat di periode September. Data menunjukkan sebanyak 30.000 PHK terjadi di akhir kuartal ketiga, alias meningkat 46,4% dari 20.485 PHK yang diumumkan pada Agustus. Angka tersebut juga 67,6% lebih tinggi secara year to date, sebagaimana tersaji dalam data Challenger, Gray & Natal.

Baca Juga: Orang Terkaya Sejagat Memperingatkan Resesi Global Akan Berkepanjangan hingga 2024

Pasar sampai saat ini masih membaca peluang kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan The Fed pada bulan Desember mendatang. Namun, berkat kondisi ekonomi baru-baru ini, peluang 50 bps cenderung mendapat ekspektasi lebih sebesar 62%, sebagaimana tersaji dalam indikator FedWatch CME.

Ke depan, pelaku pasar modal AS akan fokus untuk membaca laporan inflasi terbaru yang akan dirilis minggu depan serta pemilihan paruh waktu di AS yang dijadwalkan pada 8 November.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2877 seconds (11.252#12.26)