Kopi Luwak Pertama di Kaltim Siap Menerobos Pasar
Minggu, 06 November 2022 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Desa Prangat Baru Fitriati mengungkapkan bahwa semula petani kopi di desa ini adalah petani karet. Namun, lantaran harga karet turun karena ditentukan oleh tengkulak membuat petani menjadi makin sengsara. "Harga karet turun menjadi Rp 4.000 per kg dari semula mencapai Rp 14.000 per kg. Harapannya, program kopi ini bisa memberikan nilai tambah," jelasnya.
![Kopi Luwak Pertama di Kaltim Siap Menerobos Pasar]()
Firtiati bersama PHKT terus berkomitmen mendukung budidaya kopi di desanya. PHKT telah siap melakukan pendampingan selama 5 tahun. Sinergi tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian khususnya di wilayah tersebut. "Kami yakin potensi kopi tidak pernah turun. Harapan kami, siapapun yang datang hatinya senang," tuturnya.
Superintendant Production Movement Zona 10 PHKT Dobu Field Indra Bayu mengatakan Kopi Luwak Kapak Prabu berhasil meraih proper emas. Hal itu selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang di canangkan Pertamina. "Program ini sifatnya untuk membantu memberdayakan ekonomi masyarakat. Harapannya, berhasil secara keberlajutan," tutur Indra.

Firtiati bersama PHKT terus berkomitmen mendukung budidaya kopi di desanya. PHKT telah siap melakukan pendampingan selama 5 tahun. Sinergi tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian khususnya di wilayah tersebut. "Kami yakin potensi kopi tidak pernah turun. Harapan kami, siapapun yang datang hatinya senang," tuturnya.
Superintendant Production Movement Zona 10 PHKT Dobu Field Indra Bayu mengatakan Kopi Luwak Kapak Prabu berhasil meraih proper emas. Hal itu selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang di canangkan Pertamina. "Program ini sifatnya untuk membantu memberdayakan ekonomi masyarakat. Harapannya, berhasil secara keberlajutan," tutur Indra.
(nng)
Lihat Juga :