Siapa yang Membiayai Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung?

Senin, 07 November 2022 - 12:04 WIB
loading...
Siapa yang Membiayai...
Kereta Cepat Jakarta Bandung atau KCJB. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kereta Cepat Jakarta Bandung atau KCJB merupakan proyek pembangunan moda transportasi yang dibangun atas kerjasama Indonesia dengan perusahaan perkretaapian China. Dalam perjalanannya, proyek yang dijalankan dengan skema business to business ini mengalami pembengkakan biaya.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjadi perusahaaan kerjasama yang dipercaya untuk membangun KCJB. Dikutip dari setkab.go.id, pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total investasi sebesar USD 6,07 miliar atau setara Rp85,41 triliun.

Baca juga : Rumitnya Pembiayaan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), baru-baru ini proyek tersebut mengalami pembengkakan atau cost overrun proyek yang mencapai USD1,449 miliar atau setara Rp21,7 triliun.

Berdasarkan perhitungan BPKP, pembengkakan anggaran KCJB mencapai USD 1,449 miliar dari total anggaran sebesar USD7,5 miliar. Total anggaran pembangunan KCJB ini sudah digabungkan dengan nilai cost overrun.

Anggaran KCJB sebelumnya berada di angka USD 6 miliar. Hanya saja, dalam realisasi konstruksinya konsorsium dihadapkan dengan sejumlah tantangan dan permasalahan, sehingga anggaran membengkak USD1,449 miliar.

Meski begitu Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, optimis bahwa proyek tersebut akan diselesaikan pada Juni atau Agustus 2023 mendatang paling lambat.

Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebesar Rp3,2 triliun akan membantu penyelesaian mega proyek tersebut.

Suntikan dana segar itu rencananya akan menutupi pembengkakan anggaran atau cost overrun Kereta Cepat Jakarta Bandung yang tercatat sementara berada di angka USD1,176 miliar atau setara Rp16,8 triliun.

Baca juga : Begini Kronologi Bengkaknya Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Adapun rinciannya, 25% dari total cost overrun ditutupi oleh konsorsium Indonesia yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd.

PSBI akan menambal pembengkakan biaya sebesar Rp4 triliun, sedangkan China Railway International senilai Rp3 triliun. Sementara, 75% sisanya berasal dari pinjaman atau utang.

Sayangnya China justru menolak perhitungan cost overrun proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang disodorkan pihak PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Penolakan itu karena China tidak mengakui biaya dari PT PLN (Persero), PT Telkom Indonesia Tbk, hingga pajak. PSBI dan konsorsium China Railway International Co. Ltd akhirnya sempat berdebat sengit lantaran nilai pembengkakan anggaran KCJB.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Makin Mudah Berinvestasi,...
Makin Mudah Berinvestasi, Pegadaian dan KSEI Gandeng Tangan Kembangkan ETF Emas
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
MPMRent Perkuat Green...
MPMRent Perkuat Green Mobility lewat Layanan Transportasi Terintegrasi
Rosan Ngaku Sudah Kantongi...
Rosan Ngaku Sudah Kantongi Solusi Utang Whoosh Rp124 Triliun, Seperti Apa?
Boncos Rp1,8 Triliun,...
Boncos Rp1,8 Triliun, WIKA Bakal Ditarik dari Proyek Whoosh
Asosiasi INNOBIZ, Gelar...
Asosiasi INNOBIZ, Gelar Seminar Kerja Sama Smart Factory Korea-Indonesia
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Rekomendasi
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved