Soal Rencana Investasi Tesla, Luhut: Kita Tunggu Apa yang Terjadi
Rabu, 09 November 2022 - 12:55 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
BALI - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan enggan membeberkan kelanjutan rencana investasi Tesla di Indonesia. Luhut tidak membocrokan terkait rencana kesepakaatan kerja sama antara pemerintah dengan Tesla di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.
"Kita tunggu apa yang terjadi. Saya tidak mau buka apa yang tidak boleh dibuka," ujar Luhut usai Seminar Internasional LPS di Nusa Dua, Bali, Rabu (9/11/2022).
Baca Juga: Jual Saham Tesla USD4 Miliar, Kekayaan Elon Musk Anjlok Jadi USD200 Miliar
Terkait CEO Tesla Elon Musk dikabarkan akan datang ke Bali untuk mengikuti Business 20 atau B20 dalam rangkaian forum G20, Luhut juga belum mengonfirmasi terkait kepastian kedatangan orang terkaya dunia itu. "Saya tidak mau membuka apa yang tidak boleh dibuka. Kita lihat kalau (Elon Musk) sudah hadir (di Bali)," kata Luhut.
Luhut sebelumnya mengatakan, Pemerintah Indonesia selama ini tidak memiliki kendala terkait negosiasi dengan Tesla. Namun, Luhut mengatakan, masalah internal yang dihadapi perusahaan Elon Musk itu saat ini dianggap lebih penting.
"Kita tunggu apa yang terjadi. Saya tidak mau buka apa yang tidak boleh dibuka," ujar Luhut usai Seminar Internasional LPS di Nusa Dua, Bali, Rabu (9/11/2022).
Baca Juga: Jual Saham Tesla USD4 Miliar, Kekayaan Elon Musk Anjlok Jadi USD200 Miliar
Terkait CEO Tesla Elon Musk dikabarkan akan datang ke Bali untuk mengikuti Business 20 atau B20 dalam rangkaian forum G20, Luhut juga belum mengonfirmasi terkait kepastian kedatangan orang terkaya dunia itu. "Saya tidak mau membuka apa yang tidak boleh dibuka. Kita lihat kalau (Elon Musk) sudah hadir (di Bali)," kata Luhut.
Luhut sebelumnya mengatakan, Pemerintah Indonesia selama ini tidak memiliki kendala terkait negosiasi dengan Tesla. Namun, Luhut mengatakan, masalah internal yang dihadapi perusahaan Elon Musk itu saat ini dianggap lebih penting.
Lihat Juga :