IHSG Berpotensi Menguat ke 7.124, Cek Saham Pilihan Akhir Pekan
Jum'at, 11 November 2022 - 08:09 WIB
loading...
IHSG hari ini berpeluang menguat ke 7.124. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan ( IHSG ) hari ini masih berpotensi bergerak sideways cenderung menguat pada sepanjang perdagangan akhir pekan (11/11/2022). IHSG berpotensi bergerak di rentang 6.926-7.124.
Baca juga: Angin Segar Bursa Amerika Belum Tiba, IHSG Akan Terkoreksi di 6.954
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto, mengatakan pada perdagangan kemarin (10/11/2022) IHSG mengalami pelemahan signifikan nyaris membuat pola inverted head and shoulders (pola pembalikan dari tren turun menjadi naik) gagal. Memang tidak bisa dibantah bahwa secara teknikal mungkin sudah termasuk gagal.
"Namun sejak awal kami juga sudah mengantisipasi hal ini dengan mengatakan bahwa IHSG memiliki potensi untuk berakhir dengan dua kondisi, menguat atau sideways," ujar William dalam analisisnya, Jumat (11/11/2022).
Menurut William, dari perdagangan kemarin tampak arah IHSG adalah sideways. Setidaknya masih ditutup di demand zone dengan support 6.926, jadi kondisi ini belum membuat IHSG menjadi berbahaya dan harus menghindari pasar, hanya berubah pola saja.
Nilai transaksi kemarin juga menunjukkan bahwa tidak ada kepanikan pasar sama sekali. Meski IHSG melemah 1% namun nilai transaksi justru tidak mengalami perubahan signifikan.
"Kami menyimpulkan bahwa pelemahan signifikan ini berpotensi membuat IHSG mengalami rebound. Di saat bersamaan IHSG juga mampu bertahan di atas demand zone yang umumnya merupakan area support kuat," katanya.
Baca juga: Angin Segar Bursa Amerika Belum Tiba, IHSG Akan Terkoreksi di 6.954
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto, mengatakan pada perdagangan kemarin (10/11/2022) IHSG mengalami pelemahan signifikan nyaris membuat pola inverted head and shoulders (pola pembalikan dari tren turun menjadi naik) gagal. Memang tidak bisa dibantah bahwa secara teknikal mungkin sudah termasuk gagal.
"Namun sejak awal kami juga sudah mengantisipasi hal ini dengan mengatakan bahwa IHSG memiliki potensi untuk berakhir dengan dua kondisi, menguat atau sideways," ujar William dalam analisisnya, Jumat (11/11/2022).
Menurut William, dari perdagangan kemarin tampak arah IHSG adalah sideways. Setidaknya masih ditutup di demand zone dengan support 6.926, jadi kondisi ini belum membuat IHSG menjadi berbahaya dan harus menghindari pasar, hanya berubah pola saja.
Nilai transaksi kemarin juga menunjukkan bahwa tidak ada kepanikan pasar sama sekali. Meski IHSG melemah 1% namun nilai transaksi justru tidak mengalami perubahan signifikan.
"Kami menyimpulkan bahwa pelemahan signifikan ini berpotensi membuat IHSG mengalami rebound. Di saat bersamaan IHSG juga mampu bertahan di atas demand zone yang umumnya merupakan area support kuat," katanya.
Lihat Juga :