Atasi Kejahatan Soceng, Simak Tips Penting dari OJK Ini
Jum'at, 11 November 2022 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, OJK akan terus mengacu pada prinsip kehati-hatian dalam kerangka pengawasan secara mikro guna melindungi konsumen. Hal ini perlu didukung juga oleh konsumen yang belajar dan memahami bagaimana melakukan serangkaian pencegahan kejahatan tersebut.
Secara umum, ia memberikan tips meminimalisir bahaya phising seperti:
1. Menjaga kerahasiaan data pribadi. Password, PIN, atau OTP dilarang untuk dishare ke siapapun termasuk jika ada yang mengaku dari pihak bank, baik untuk penggunaan ATM dan atau mobile banking.
2. Mengupdate password secara berkala.
3. Mengaktifkan fitur notifikasi transaksi
4. Cek histori transaksi secara berkala melalui aplikasi mobile banking
5. Menjaga keamanan seluler dan koneksi internet yang digunakan.
OJK memberikan respons positif kepada bank-bank yang terus melakukan edukasi soceng ini secara aktif, termasuk yang dilakukan industri perbankan.
Dihubungi terpisah, Perencana Keuangan dan Founder PT Solusi Finansialku Indonesia, Melvin Mumpuni mengatakan soceng memang semakin meresahkan. Modusnya terus bertambah seiring dengan perkembangan zaman dan semakin meyakinkan.
"Yang diakalin itu tidak lagi sistem, tapi nasabahnya sendiri, tiba-tiba ditelepon dapat hadiah, tawaran naik jadi nasabah prioritas, limit kredit ditingkatkan, dan lain-lainnya yang akan langsung meminta data-data pribadi," katanya.
Baca Juga: Sosok Emily Horne Wanita Nikahi 5 Pria, Ini Pengakuan Suami Pertama
Secara umum, ia memberikan tips meminimalisir bahaya phising seperti:
1. Menjaga kerahasiaan data pribadi. Password, PIN, atau OTP dilarang untuk dishare ke siapapun termasuk jika ada yang mengaku dari pihak bank, baik untuk penggunaan ATM dan atau mobile banking.
2. Mengupdate password secara berkala.
3. Mengaktifkan fitur notifikasi transaksi
4. Cek histori transaksi secara berkala melalui aplikasi mobile banking
5. Menjaga keamanan seluler dan koneksi internet yang digunakan.
OJK memberikan respons positif kepada bank-bank yang terus melakukan edukasi soceng ini secara aktif, termasuk yang dilakukan industri perbankan.
Dihubungi terpisah, Perencana Keuangan dan Founder PT Solusi Finansialku Indonesia, Melvin Mumpuni mengatakan soceng memang semakin meresahkan. Modusnya terus bertambah seiring dengan perkembangan zaman dan semakin meyakinkan.
"Yang diakalin itu tidak lagi sistem, tapi nasabahnya sendiri, tiba-tiba ditelepon dapat hadiah, tawaran naik jadi nasabah prioritas, limit kredit ditingkatkan, dan lain-lainnya yang akan langsung meminta data-data pribadi," katanya.
Baca Juga: Sosok Emily Horne Wanita Nikahi 5 Pria, Ini Pengakuan Suami Pertama
Lihat Juga :