Jokowi Bertemu Erdogan di KTT G20, Ini yang Dibicarakan
Senin, 14 November 2022 - 19:42 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di The Apurva Kempinski Bali, ini isi pembicaraannya. Foto/Dok
A
A
A
NUSA DUA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di The Apurva Kempinski Bali, Senin, 14 November 2022. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan apresiasi kepada Turki yang terus berkontribusi agar G20 tetap dapat bekerja.
“Terima kasih atas kehadirannya di KTT G20. Bagi Indonesia, G20 harus dapat menghasilkan kerja sama konkret,” kata Jokowi dalam keterangannya, Senin (14/11/2022).
Baca Juga: Jokowi Beberkan Manfaat Presidensi G20 untuk Wong Cilik
Sebagai dua pemimpin dunia yang sama-sama menaruh perhatian kepada upaya penyelesaian konflik Rusia-Ukraina, kedua presiden juga bertukar pikiran mengenai apa yang dapat dilakukan bersama untuk mencari solusi damai dan untuk mencegah dampak negatifnya secara global, khususnya terhadap keamanan pangan dan energi.
Terkait hubungan bilateral, Jokowi mendorong kedua negara terus mengupayakan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), yang didalamnya mencakup kesepakatan perdagangan besar, segera diselesaikan.
“Kita harus instruksikan kepada para perunding agar hambatan yang ada segera dicarikan solusi yang bisa diterima kedua belah pihak dan perjanjian segera dirampungkan,” Jokowi.
Baca Juga: Apa Saja Manfaat dari Perjanjian Dagang IA-CEPA, Ini Rinciannya
“Terima kasih atas kehadirannya di KTT G20. Bagi Indonesia, G20 harus dapat menghasilkan kerja sama konkret,” kata Jokowi dalam keterangannya, Senin (14/11/2022).
Baca Juga: Jokowi Beberkan Manfaat Presidensi G20 untuk Wong Cilik
Sebagai dua pemimpin dunia yang sama-sama menaruh perhatian kepada upaya penyelesaian konflik Rusia-Ukraina, kedua presiden juga bertukar pikiran mengenai apa yang dapat dilakukan bersama untuk mencari solusi damai dan untuk mencegah dampak negatifnya secara global, khususnya terhadap keamanan pangan dan energi.
Terkait hubungan bilateral, Jokowi mendorong kedua negara terus mengupayakan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), yang didalamnya mencakup kesepakatan perdagangan besar, segera diselesaikan.
“Kita harus instruksikan kepada para perunding agar hambatan yang ada segera dicarikan solusi yang bisa diterima kedua belah pihak dan perjanjian segera dirampungkan,” Jokowi.
Baca Juga: Apa Saja Manfaat dari Perjanjian Dagang IA-CEPA, Ini Rinciannya
Lihat Juga :