Biomassa Kayu Potensial Dikembangkan untuk Energi Terbarukan
Kamis, 10 November 2022 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
Cofiring adalah peralihan sebagian bahan bakar batubara dengan biomassa yang ramah lingkungan, tidak boros karbon dan terbarukan. Cofiring program akan dilaksanakan di 52 lokasi yang terdiri atas 114 PLTU yang menghasilkan 18.000 MW listrik. “Ini berarti ada kebutuhan bahan baku biomassa sekitar 4,1 juta ton per tahun,” kata Indroyono.
(Baca juga:Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan Dinilai Harus Disegerakan)
Dia mengungkapkan, Indonesia memiliki sejumlah spesies tanaman penghasil kayu energi yang bisa dimanfatkan untuk mendukung cofiring karena memiliki nilai kalor yang tak kalah dengan batubara. Di antaranya adalah akasia, gamal, dan kaliandra.
Indroyono menuturkan pengembangan energi biomassa bisa dilakukan dengan pembangunan hutan tanaman energi. Kayu yang dipanen diubah menjadi produk kayu serpih untuk bisa langsung dimanfaatkan untuk cofiring PLTU atau bisa diubah dulu menjadi wood pellet yang bisa dipasarkan untuk kebutuhan ekspor.
“Pemanfaatan biomassa kayu sangat berkelanjutan karena dimulai dari menanam, kemudian dipanen, lalu kembali ditanam, begitu seterusnya,” katanya.
Deputy Director of Sustainability and Stakeholder Engagement APRIL Group Dian Novarina mengungkapkan sebagai produsen produk bubur kayu dan kertas terintegrasi APRIL Group berkomitmen untuk mendukung pemerintah mencegah perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Di hulu, komitmen itu dilaksanakan dengan melakukan konservasi kawasan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan menerapkan kebijakan zero tolerance pada deforestasi. Di hilir, APRIL Group beralih pada penggunaan bahan bakar yang terbarukan serta berinvestasi pada teknologi sirkular.
(Baca juga:Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan Dinilai Harus Disegerakan)
Dia mengungkapkan, Indonesia memiliki sejumlah spesies tanaman penghasil kayu energi yang bisa dimanfatkan untuk mendukung cofiring karena memiliki nilai kalor yang tak kalah dengan batubara. Di antaranya adalah akasia, gamal, dan kaliandra.
Indroyono menuturkan pengembangan energi biomassa bisa dilakukan dengan pembangunan hutan tanaman energi. Kayu yang dipanen diubah menjadi produk kayu serpih untuk bisa langsung dimanfaatkan untuk cofiring PLTU atau bisa diubah dulu menjadi wood pellet yang bisa dipasarkan untuk kebutuhan ekspor.
“Pemanfaatan biomassa kayu sangat berkelanjutan karena dimulai dari menanam, kemudian dipanen, lalu kembali ditanam, begitu seterusnya,” katanya.
Deputy Director of Sustainability and Stakeholder Engagement APRIL Group Dian Novarina mengungkapkan sebagai produsen produk bubur kayu dan kertas terintegrasi APRIL Group berkomitmen untuk mendukung pemerintah mencegah perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Di hulu, komitmen itu dilaksanakan dengan melakukan konservasi kawasan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan menerapkan kebijakan zero tolerance pada deforestasi. Di hilir, APRIL Group beralih pada penggunaan bahan bakar yang terbarukan serta berinvestasi pada teknologi sirkular.
Lihat Juga :