alexametrics

Kolaborasi PNM dan LInkAja Akan Kembangkan Masyarakat Non-Tunai

loading...
Kolaborasi PNM dan LInkAja Akan Kembangkan Masyarakat Non-Tunai
foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berkolaborasi dengan LinkAja meluncurkan pilot project PNM Mekaar berbasis digital di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7).

Direktur Utama PT PNM (Persero) Arief Mulyadi mengatakan, kerja sama PNM dan LinkAja merupakan dukungan PNM untuk mendorong transaksi non-tunaidan mengembangkan cashless society, terutama pada penyaluran pembiayaan PNM Mekaar dan traksaksi non-tunai dalam ekosistem nasabah dan mitra PNM.

"Ini juga merupakan bagian dari upaya kami mengembangkan akses jasa layanan inklusi keuangan dalam ekosistem, khusus berbasis digital untuk memberi nilai tambah kepada nasabah", tutur Arif di Jakarta, Rabu(8/7/2020).

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan, dengan dukungan teknologi yang dihadirkan oleh LinkAja, pihaknya berharap dapat menjadi inovasi yang relevan dan solusi yang memudahkan dan memberikan keamanan bagi nasabah PNM Mekaar. (Baca juga:Takut Tak Bisa Bayar Utang, PNM Minta Suntikan Modal Pemerintah)



Teknologi LinkAja tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu dalam proses pencairan pinjaman, tapi juga proses penyaluran pinjaman secara nontunai ini menjadi medium edukasi mengenai kemudahan bertransaksi secara elektronik.

"Jadi dapat meningkatkan literasi keuangan para nasabah. Transformasi skema penyaluran ini juga tentunya memperkecil risiko pengelolaan uang tunai," tambah Haryati.



Pada pilot project PNM dan LinkAja ini dilakukan pencairan pembiayaan kepada 10 nasabah PNM Mekaar dengan total pencairan sebanyak Rp72 juta. Nasabah PNM Mekaar yang diikutsertakan dalam program ini merupakan nasabah aktif yang telah mendapatkan pembiayaan berkelanjutan serta dianggap telah siap turut dalam transaksi non-tunai.
(uka)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top