Covid di China Melesat, Wall Street Dibuka Tenggelam
Senin, 21 November 2022 - 23:21 WIB
loading...
A
A
A
Selain China, pasar saat ini sedang menatikan rilis risalah pertemuan bank sentral Amerika Serikat untuk periode November. Pengumuman dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu depan (23/11). Para pejabat The Fed terus menggelorakan laju suku bunga sebagai alat untuk meredam lonjakan inflasi yang masih terlalu tinggi, kendati sempat melandai di periode terakhir.
Pimpinan The Fed di wilayah Boston Susan Collins mengatakan pada Jumat lalu bahwa bank sentral mungkin perlu memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi. Namun, pasar tampak masih meyakini suku bunga Fed bulan Desember akan naik 50 bps.
Hal ini tertuang dalam data FedWatch CME Group di mana kenaikan 75 bps hanya mendapat respons pasar sebanyak 24,2% , sementara mayoritas memandang peluang 50 bps cukup besar.
Pimpinan The Fed di wilayah Boston Susan Collins mengatakan pada Jumat lalu bahwa bank sentral mungkin perlu memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi. Namun, pasar tampak masih meyakini suku bunga Fed bulan Desember akan naik 50 bps.
Hal ini tertuang dalam data FedWatch CME Group di mana kenaikan 75 bps hanya mendapat respons pasar sebanyak 24,2% , sementara mayoritas memandang peluang 50 bps cukup besar.
(nng)
Lihat Juga :